× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Kegagalan dalam Bisnis?

Majels Syahid   05 March 2018 16:22

News

Majels.com – Sebagian dari pelaku usaha, pasti pernah mengalami kegagalan. Hal tersebut hampir dialami oleh banyak pengusaha bahkan yang kita kenal sekarang dengan kesuksesannya. Ahmad Zaky misalnya, CEO dan Founder Bukalapak ini pernah menjalani bisnis mie ayam sewaktu kuliah, namun bangkrut dalam waktu enam bulan saja. Lain halnya dengan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya yang sempat beberapa kali ditolak investor saat mengajukan ide bisnis membuat Tokopedia.  

Dalam banyak kisah sukses pengusaha, mereka bahkan tak gagal sekali atau dua kali, namun ada yang berkali-kali namun mereka tak putus asa. Seperti yang dialami Wusda Hetsa Ribawa, pendiri rumahcustom.com, pengusaha yang memiliki beberapa perusahaan tersebut pernah mengalami kegagalan hingga 12 kali.

Kegagalan yang dialami oleh pengusaha besar tersebut tak lantas membuat mereka menjadi patah semangat. Sejarah telah mencatat bahwa mereka yang sanggung bangkit dari kegagalan demi kegagalan lah yang akan menuai kesuksesan di masa depan. Namun, bukan berarti bila ingin menjadi pengusaha besar harus mengalami kegagalan dulu.

Bila Anda tahu dan mengusasi ilmunya, Anda bisa meminimalisasi risiko kegagalan dalam berbisnis. Melakukan riset, membaca peluang pasar, melakukan manajemen keuangan dan operasional, mampu mengevaluasi atas apa saja yang sudah dilakukan adalah upaya untuk mengurangi risiko kegagalan. Tetapi, bila hal itu sampai terjadi? Apa yang sebaiknya kita lakukan? Simak beberapa tipsnya berikut ini.

Berpikir Positif

Kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Kata-kata itulah yang sebaiknya Anda pegang baik-baik saat mengalami kegagalan. Selalu ada alasan mengapa sebuah usaha bisa mengalami kegagalan. Bila Anda gagal, tetaplah berpikir positif. Mungkin, dengan begitu Anda dapat mengetahui penyebab kegagalan dan mengetahui cara yang bisa dilakukan agar tak mengalami kesalahan serupa di masa yang akan datang.

Berpikir positif juga diperlukan agar Anda tidak membuang energi yang tidak perlu untuk menyesali kegagalan bisnis Anda. Jangan biarkan diri Anda tenggelam dalam kesedihan karena usaha Anda bangkrut. Itu hanya membuang-buang waktu dan tidak produktif.

Memang berat ketika mengalami kegagalan dalam bisnis, uang puluhan atau ratusan juta yang kita investasikan hangus, dibawa orang, dan masih banyak lagi cerita sedih para pengusaha. Semuanya bergantung pada diri Anda sendiri, mau bangkit dan mulai lagi atau tetap tenggelam dalam keterpurukan.

Cari Tahu Penyebab Kegagalan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, buatlah pikiran Anda tetap positif dalam menghadapi kegagalan. Mulai evaluasi secara menyeluruh untuk mencari tahu penyebab dari kegagalan. Bisa jadi, kegagalan disebabkan karena Anda tak benar-benar siap saat melakukan riset. Ada beberapa kemungkinan yang belum Anda pertimbangkan dulu. Bisa juga terjadi akibat buruknya sistem manajemen di dalam usaha Anda. Dan yang sering terjadi juga yaitu hilangnya kepercayaan dari rekan bisnis.

Kesemua hal tersebut memerlukan evaluasi yang mendalam, temukan masalahnya dan coba cari tahu solusinya. Bila disebabkan oleh manajemen yang masih buruk misalnya, Anda bisa memulainya dengan membenahi sistem keuangan usaha Anda. Memisahkan uang pribadi dengan usaha, mencatat pemasukan dan pengeluaran secara detail.

Kegagalan bisa juga datang dari faktor eksternal. Anda mungkin gagal akibat Anda kalah bersaing dengan kompetitor. Pilihannya memang sulit, Anda berganti bisnis baru, atau mencari tempat usaha lain. Pelajari mengapa kompetitor Anda lebih unggul ketimbang usaha Anda. Bisa jadi, mereka memiliki pelayanan yang baik sehingga pengunjung merasa nyaman, atau mereka bisa memainkan harga sehingga bisa sedikit lebih murah.

Segera Atasi

Bila Anda sudah menemukan apa yang menjadi penyebab kegagalan bisnis Anda, segera lakukan perbaikan. Atasi permasalahan satu persatu, dari mulai yang paling segera Anda harus atasi. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin harus mencari rekan bisnis baru karena rekan bisnis lama tidak sevisi lagi atau malah menyerah saja dengan keadaan.

Saat-saat seperti inilah kesabaran dan integritas Anda sebagai seorang pengusaha diuji. Ketika Anda yakin terhadap suatu hal, yakin bahwa Anda bisa bangkit maka lakukan sendiri, cari orang baru yang lebih bisa Anda ajak kerjasama.

Lakukan semuanya dengan niat yang kuat sehingga Anda seolah menghipnotis diri sendiri untuk tetap optimis. Ingat, habiskah semua jatah gagal Anda dalam hidup.

Buat Perencanaan yang Matang dan Lakukan Evaluasi Ketat

Anda seharusnya sudah cukup banyak belajar dari kegagalan. Mulailah perbaikan usaha Anda dengan membuat perencanaan yang matang. Bila dahulu ada satu atau dua faktor yang luput Anda pertimbangkan, sekarang masukkan ke dalam rencana Anda.

Jangan biarkan kegagalan yang sama terulang kembali dengan melakukan evaluasi yang ketat dan menyeluruh setiap saat. Anda boleh saja gagal lagi, tetapi jangan sampai pada hal yang sama.

Demikian pembahasan mengenai apa yang sebaiknya Anda lakukan saat mengalami kegagalan. Ingatlah bahwa kegagalan itu akan membuat Anda semakin dewasa dan semakin bijak dalam mengambil keputusan.

Mulai Lakukan Diversifikasi Usaha

Salah satu bagian terpenting dari evaluasi kegagalan bisnis yaitu “Jangan menaruh telur di keranjang yang sama”. Bila Anda sempat merasakan manisnya usaha pada suatu bidang lalu kemudian jatuh dan sulit untuk bangkit, itu tandanya Anda menaruh telur pada keranjang yang sama.

Seorang pedagang belum tentu bisa disebut sebagai pengusaha. Perbedaannya terletak pada mindsetnya, termasuk bagaimana seharusnya kita harus melakukan diversifikasi usaha, ketika satu bidang usaha kita sudah cukup mapan. Banyak pedagang yang menjual produk serupa selama bertahun-tahun, tanpa ada inovasi atau tambahan outlet.

Hal tersebut merupakan sikap yang keliru yang menyebabkan ketika usahanya gagal, maka akan terasa sekali dampaknya. Bila Anda memiliki empat usaha, lalu satu mengalami kegagalan, tentu itu tidak akan terlalu menyakitkan, bukan?

Oleh karenanya, saat Anda bangkit dan memulai usaha baru, selalu targetkan bahwa Anda akan memiliki beberapa usaha. Buat perencanaan pengembangan bisnis jangka pendek, menengah dan jangka panjang. (teks:syahid)

Gambar:sepositif.com

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09