× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat SNI?

Majels Syahid   12 April 2018 15:16

News

Majels.com – Ciri sebuah produk yang baik dapat terlihat dari apakah produk tersebut telah memiliki kualifikasi standar atau belum. Di Indonesia, Badan Standarisasi Nasional atau BSN merupakan satu-satunya lembaga yang memberikan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen.

Negara, melalui aparaturnya berkewajiban dalam melindungi hak-hak konsumen. Hak-hak tersebut seperti mendapatkan produk yang layak dan aman untuk digunakan atau dikonsumsi. Setiap negara, memiliki standar yang berbeda-beda dalam menentukan kelayakan sebuah produk untuk bisa sampai di pasar. Jadi, ketika Anda mengeskpor sebuah produk, maka Anda juga harus mempelajari standar produk di negara tujuan.

Mengutip pengertian dari situs resmi BSN, SNI merupakan dokumen standar teknis yang disusun oleh perwakilan produsen, konsumen, regulator, akademisi, praktisi, asosiasi, dan lain-lain yang diwadahi dalam suatu Komite Teknis, sehingga standar ini dapat digunakan untuk menilai dan menguji suatu produk yang dimiliki oleh pelaku usaha atau pemilik merek dagang.

Apakah Setiap Produk Wajib Memiliki SNI?

Jawabannya adalah tidak. Agar suatu produk bisa disertifikasi, maka harus ada standar sertifikasinya. Tidak semua produk sudah ada SNInya, kalaupun ada belum tentu ada Lembaga Standarisasi Produk (LSPro) yang berwenang melakukan standarisasi.

Secara umum, ada dua jenis SNI yaitu jenis SNI wajib dan jenis SNI Sukarela. Pada dasarnya, SNI itu bersifat sukarela, namun untuk tujuan tertentu, ada produk-produk tertentu yang SNInya diwajibkan oleh negara.Tujuan-tujuan tersebut seperti yang diamanahkan dalam Pasal 12 ayat [3] PP 102/2000) yaitu sebagai berikut

(1) perlindungan konsumen, tenaga kerja yang membuat produk, dan masyarakat dari aspek keselamatan, keamanan, dan kesehatan,

             (2) pertimbangan keamanan negara,

(3) tuntutan perkembangan ekonomi dan kelancaran iklim usaha dan persaingan yang sehat, atau

(4) pelestarian fungsi lingkungan hidup, maka pemerintah menetapkan produk-produk tertentu yang wajib memiliki SNI sebelum diedarkan di masyarakat.

Saat ini produk-produk yang termasuk ke dalam daftar wajib SNI berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian sudah ada sebanyak 105 produk. Daftar tersebut meliputi produk makanan minuman, tekstil, baja, keramik, mainan, pupuk, dan semen. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca daftar produk yang wajib memiliki SNI pada link berikut ini.

Prosedur Permohonan Sertifikasi SNI

Sebagai seorang pemilik usaha, Anda sebaiknya mengetahui apakah produk yang Anda ciptakan sudah masuk ke dalam kategori wajib SNI atau belum. Daftarnya mungkin saja bertambah karena pemerintah berusaha untuk menambah lebih banyak daftar produk wajib SNI guna memberikan perlindungan kepada konsumen.

Bila sebuah produk yang masuk daftar wajib SNI namun tidak didaftarkan sertifikasinya lalu tersebar di pasaran, maka aparat penegak hukum berhak menarik peredarannya. Sementara itu, bila belum termasuk wajib SNI, pengusaha bisa saja mendaftarkan setifikasi produknya itu karena dapat memberikan nilai tambah tersendiri pada sebuah produk (value added). Secara ringkas, prosedur permohonan sertikasi SNI yaitu sebagai berikut.  

 

  1. Memastikan Jenis Produk

Perlu diketahui bahwa yang menjadi objek utama sertifikasi adalah produk, bukan perusahaanya. Untuk melakukan sertifikasi terhadap perusahaan biasanya menggunakan sertikasi sistem manajemen.

Langkah pertama cek apakah produk Anda sudah ada standarnya atau belum, dalam arti lain apakah Badan Standarisasi Nasional sudah membuat standar tentang produk tersebut. Anda bisa mengeceknya disini. Bila belum ada standarnya, maka produk belum bisa dilakukan sertikasi.

        2. Memastikan Lembaga Sertifikasi Produk

Setelah itu cek juga apakah sudah ada lembaga Sertifikasi Produk yang resmi atau terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk SNI tersebut. Jika tidak ada LSPro yang terakreditasi berarti produk anda belum dapat disertifikasi, namun anda bisa meminta LSPro untuk menambah ruang lingkup akreditasinya kepada KAN sehingga produk anda bisa disertifikasi.

Klik disini untuk mengecek.

          3. Siapkan dan Kirimkan Dokumen

Dokumen Administrasi

Fotocopy Akte Notaris Perusahaan

Fotocopy SIUP, TDP

Fotocopy NPWP

Surat Pendaftaran Merek dari Dirjen HAKI / Sertifikat merek

Surat Pelimpahan Merek atau kerjasama antara pemilik merek dengan pengguna merek (Hanya bila merek bukan milik sendiri)

Bagan Organisasi yang disahkan Pimpinan

Surat Penunjukkan Wakil Manajemen dan Biodatanya

Surat Permohonan SPPT SNI

Angka Penegenal Importir (API) (bila bukan produsen)

10.Fotocopy Sertifikat Sistem Manajemen Mutu atau manajemen lainnya (bila ada)

Dokumen Teknis

 

Pedoman Mutu yang telah disahkan

Diagram Alir Proses Produksi

Daftar Peralatan Utama Produksi

Daftar Bahan Baku Utama dan Pendukung Produksi

Daftar Peralatan Inspeksi dan Pengujian

Salinan Dokumen Panduan Mutu dan Prosedur Mutu

        4. Tinjauan Permohonan

Kegiatan sertifikasi dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional. Dalam melakukan proses sertifikasi tersebut, Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) haruslah mengoperasikan skema sertifikasi tertentu , dalam SNI ISO/IEC 17067:2013 dikatakan bahwa skema sertifikasi ialah ‘Aturan, prosedur dan manajemen untuk melakukan sertifikasi terhadap produk – produk tertentu’.

LSPro akan melakukan audit kecukupan (tinjauan dokumen) dan audit kesesuaian (tinjauan ke lokasi produsen) untuk memeriksa permohonan sertikasi. Pada audit tinjauan dokumen, bila terdapat ketidaksesuaian mayor maka dokumen akan dikembalikan dan diberi waktu dua bulan guna memperbaiki. Bila koreksi dari produen tidak aktif, maka permohonan SPT SNI bisa ditolak.

       5. Tinjauan Hasil Evaluasi

Evaluasi dari hasil audit kesesuaian perusahaan apabila terjadi kekurangan perusahaan melakukan perbaikan.

     6. Penerbitan Sertifikat dan Lisensi SNI

Bila dinyatakan telah memenuhi semua criteria sertifikasi, maka BSN akan menerbitkan Sertifikat dan Lisen SNI yang berlaku untuk kurun waktu tertentu. Akan dilakukan surveilen untuk pemeliharaan status sertikasi.

Gambar: www.harnas.co

(teks:syahid)

 

 

 

 

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09