× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

Business

Bukan Sekadar Sukses Soto Lamongan

Majels Yani   10 February 2017 10:39

News

majels.com - Ia bernama Rudi. Sosoknya sederhana. Jika tak ada yang memberitahu siapa ia sebenarnya, mungkin tak ada yang menyangka Rudilah pemilik usaha soto lamongan yang ia namai Argas. Penampilannya yang low profile tidak mencerminkan seorang pemilik usaha yang mempunyai beberapa bisnis yang terus berkembang.

Saat Elshinta memutuskan Rudi menjadi salah satu inspirasi, alasannya karena dari referensi yang menyebut Rudi penjual soto lamongan yang sukses. Dari usahanya itu, Rudi berhasil memiliki rumah dan kendaraan yang cukup istimewa. Sebuah jeep besar yang biasa dipakai oleh para pehobi petualang selain mobil operasional seperti yang banyak dimiliki para pengusaha taksi online.

Melihat soto yang dijual oleh Rudi, sepintas tidak beda jauh dengan soto lamongan lainnya. Begitupun dengan rasanya, cukup enak. Yang membedakan, dalam penyajiannya yang terlihat lebih rapi jika dibanding dengan para pedagang soto sejenis. “Kuncinya dibumbu,” kata Rudi ramah seakan mengerti apa yang akan Elshinta tanyakan.

Sambil mencicipi hindangan soto, lengkap dengan nasi dan es jeruk yang disajikan oleh pegawainya, Rudi membeberkan perjalanannya hingga meraih sukses. Pemuda asal Lamongan yang mengantongi ijazah SMP ini layak disebut sukses, karena tidak saja berhasil secara bisnis, namun juga telah menginspirasi banyak orang.

Tidak sedikit sekolah dan lembaga pendidikan yang meminta Rudi membagi pengalamannya di depan kelas. Cukup banyak pelanggan yang akhirnya mohon diajari oleh Rudi bagaimana memulai bisnis soto lamongan. Ada yang berhasil, ada yang tidak sukses. “Kebanyakan ingin cepat dapat uang banyak, namun tidak cukup tekun,” katanya memberi contoh salah seorang pelanggan yang gagal mencontoh dirinya hanya karena kurang sabar.

Perjumpaan Rudi dengan soto lamongan diawali sejak ia selesai menempuh SMP pada tahun 1998. Setelah lulus sekolah, Rudi bekerja pada pebisnis soto lamongan. Di sana ia pun mengerti bagaimana meracik soto lamongan. Bukan pekerjaan mudah menjual soto dengan menggunakan gerobak berkeliling keluar masuk komplek. Rudi pernah, bahkan beberapa kali merugi karena gerobak sotonya terguling. Ia terperosok, jalannya berlubang. Mengendali gerobak soto ternyata tidak semudah seperti yang dilihat orang.

Namun yang lebih membutuhkan ketahanan mental, menurut Rudi, justru saat ia harus bertemu dengan rombongan anak-anak sekolah. Rudi malu, ia minder. Rudi cenderung menghindar jika harus bertemu serombongan anak sekolah, apalagi jika rombongan itu banyak siswa perempuannya. Mental pengusaha yang dimiliki oleh Rudi saat itu belum sekuat sekarang.

Menjajakan soto selama seharian Rudi bisa mengantongi uang sedikitnya 80 ribu rupiah, jika ramai lebih dari 100 ribu. Bayangkan dengan gajinya yang sebulan hanya 180 ribu! Dari situ, Rudi mulai berpikir. Alangkah enaknya menjual soto milik sendiri. Tidak ingin terbebani oleh khayalannya sendiri, Rudi memberanikan diri menceritakan mimpinya kepada majikan soto tempat ia bekerja.

Rudi cukup beruntung saat itu, niatnya mempunyai usaha soto sendiri mendapat sambutan positif. Setelah uang gaji yang ia kumpulkan selama lebih kurang dua tahun --yang biasa digunakan untuk pulang kampung-- cukup untuk modal, perjalanan Rudi sebagai pengusaha soto lamongan yang sebenarnya pun dimulai. Sikap rendah hati dan pelayanan yang baik kepada pembeli menjadi salah satu kelebihan atau bisa disebut keunikan yang dimiliki oleh Rudi. Kiat ini pun ia teruskan kepada semua pegawainya.

Tentang melayani pembeli, Rudi mempunyai satu pengalaman yang menurutnya berharga. Sekali waktu, Rudi melayani para pembeli soto dagangannya. Karena banyaknya pembeli, Rudi tidak ingat lagi urutan yang benar dari para pembeli tersebut. Siapa yang datang lebih dulu dan siapa yang tiba belakangan, hingga akhirnya terjadi kekeliruan. Pembeli yang tiba lebih dulu tidak segera mendapat pelayanan dan pembeli itu pun marah.

Pembeli  yang marah itu –seorang ibu– akhirnya menampar Rudi. Ia kesal karena urutannya dilewati. Rudi segera meminta maaf dan membuatkan soto untuk ibu yang kesal tersebut. Namun niat Rudi memperbaiki kesalahan itu ditolak. Ibu tadi, tidak bersedia menerima soto yang disodorkan oleh Rudi. Sejak itu Rudi sangat berhati-hati dalam melayani pembeli dan ibu yang menampar Rudi pun kini sudah berdamai, malah sudah menjadi salah satu pelanggannya.

Dengan pelayanan yang ramah, di antaranya dengan selalu menyempatkan berbincang dengan para pembeli, akhirnya Rudi mendapat tawaran tempat untuk ia berjualan.  Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya Rudi memutuskan menerima tawaran dari salah seorang pelanggan tersebut. Ia  tidak lagi berjualan soto dengan berkeliling menggunakan gerobak.

Sejak berjualan di tempat yang ia sewa hingga sekarang ini, Rudi mengalami berbagai pengalaman berharga dalam menjalankan usaha sotonya. Kadang ramai pembeli, kadang sedikit dan kadang kala sepi. Para pembeli soto Argas tidak hanya penghuni sekitar komplek namun juga warga yang kebetulan melintas. Desain eksterior dan interior yang sengaja dibikin menarik menjadi salah satu pemikat. “Kan anak sekolah kalau lagi makan sambil selfie,” katanya sambil menjelaskan bahwa ia terus mencari yang unik-unik untuk interior kedai sotonya.

Banyak hal diupayakan oleh Rudi dalam usaha mendongkrak penjualan, termasuk mendesain interior dan eksterior. Tidak setiap hari ia memperoleh hasil penjualan seperti yang ditargetkan. Rudi juga pernah mengalami kondisi sepi dari pembeli. Namun ia mencoba sabar dan terus mencari cara bagaimana  meningkatkan penjualan.

Mungkin sesuatu yang aneh jika Rudi sebagai pelaku usaha dan biasa menginspirasi orang lain yang ingin mencoba suatu usaha, justru masih membutuhkan nasihat tentang masalah-masalah dalam menjalankan usaha.  Dalam hal ini Rudi tidak ambil pusing apa kata orang. Ia pantang terpuruk tanpa melakukan usaha perbaikan apa-apa. Rudi selalu mencoba mencari penyelesaian atas masalah, termasuk problem sepi pembeli, salah satunya dengan mencari buku yang ia anggap bisa menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi saat itu.

Seperti kebanyakan pengusaha, salah satu solusi yang dipilih untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi adalah dengan belajar dari pengalaman pengusaha lain. Demikian halnya yang dilakukan oleh Rudi. Ia mencoba mencari buku dan akhirnya menemukan sebuah buku yang diyakini bisa memberinya jalan keluar.  Judul bukunya, “7 Keajaiban Rejeki”.

Membaca buku karangan Ippho Santosa, membuat pikiran Rudi berkembang. Buku yang semula ia sangka isinya tentang nasihat usaha yang berhubungan dengan para normal, malah memberinya pandangan yang sama sekali berbeda. Dari buku tersebut Rudi justru mengenal yang apa yang disebut “Jumat Sodaqoh”.   

Tentang buku yang dibeli oleh Rudi, bukannya tanpa pertentangan. Orang terdekat Rudi sendiri, yakni istrinya, semula juga tidak sependapat. Apalagi dalam kondisi kepepet, uang akan lebih berguna jika dipakai untuk membeli keperluan yang penting. Namun, dalam keragu-raguan dan ketidaktahuan akan apa yang harus dilakukan, Rudi justru memerlukan bantuan dan pendapat serta pengalaman orang lain.

Menjalani Jumat Sodaqoh singkat kata memberi pengalaman yang sangat luar biasa kepada Rudi. Ajaran agar memberi kepada yang membutuhkan, hasilnya tidak sama dengan hitung-hitungan matematika. Memberi soto seharga 15 ribu rupiah kepada yang membutuhkan dengan boleh membayar seiklasnya, ternyata memberikan pengaruh yang luar biasa. Uang yang terkumpul jauh lebih banyak dari jumlah yang seharusnya diperoleh.

Namun, kebiasaan Jumat Sodakoh pada perjalanannya mengalami perubahan. Ada yang memanfaatkan kesempatan. Di hari Jumat yang baik, ada saja orang yang mengajak seluruh anggota keluarga termasuk pembantunya untuk menikmati makan soto murah atau bahkan gratis. Hal ini tentu saja melenceng dari tujuan semula, hendak membantu orang yang kurang mampu. Namun sampai sejauh ini, Alhamdulillah Rudi masih bisa menyantuni panti asuhan dengan memberi bantuan atas kebutuhan mereka.

Tidak hanya Jumat Sodaqoh yang bisa dilakukan dalam meningkatkan pendapatan. Berbagai pengetahuan lainnya juga diperlukan. Misalnya diversifikasi atau perluasan usaha. Hal itu pula yang dilakukan oleh Rudi. Ia juga melakukan evaluasi bahkan melakukan observasi. Salah satu contohnya ialah waktu. Rudi membuka kedai soto hanya dari pagi sampai siang hari, “Kadang jam 11.00 sudah tutup. Sudah habis,” katanya singkat.   

Sebelumnya, Rudi membuka kedai soto sampai malam hari, namun pendapatan yang ia peroleh tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan. Dari pengamatan yang ia lakukan, ternyata para pembelinya orang-orang yang lebih kurang sama. “Pagi makan soto, masa malam soto lagi,” kata Rudi menjelaskan mengapa dari siang hingga malam kedai soto berikut gerobaknya ia sewakan seharga 800 ribu rupiah per bulan. Demikian juga dengan area di bagian lain, ia sewakan untuk usaha cafe.

Demikian juga dengan observasi. Rudi berhasil menemukan produk yang menjadi diversifikasinya, yakni dimsum, setelah ia berkeliling ke berbagai tempat di mana banyak orang jajan. Ternyata cukup banyak orang yang menjual dan membeli dimsum. Akhirnya setelah mencari informasi siapa dan di mana dimsun yang enak dibuat, Rudi segera mencontoh dan mengembangkan dimsum produksinya. Ia kini mensuplay dimsum ke beberapa tempat.

Berbeda dengan soto lamongan Argas yang berkembang karna terpromosi secara mulut ke mulut, hingga menjadi langganan beberapa kantor dengan frekuensi yang tinggi, dimsum sengaja dipromosikan oleh Rudi dan kini sudah mempunyai banyak pelanggan. Demikian juga dengan ayam, rencananya, Rudi mensuplay kebutuhan ayam untuk para pedagang mie ayam dan berbagai penusaha produk makanan yang membutuhkan bahan baku ayam. Dengan pengembangan usaha yang terus menerus, tidak heran jika aset yang dimiliki oleh Rudi pun semakin banyak. “Saya hanya melebarkan usaha, kalau kebutuhan dapur sudah terpenuhi,” katanya, tetap merendah mengakhiri cerita. (teks wis/foto: wis,arief)

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Yani

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09