web counter
× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

Event

IDF 2018 Libatkan para Koreografer dari Delapan Negara

Majels Choen   07 November 2018 10:57

Events

majels.com - Pencinta seni tari di Indonesia, khususnya Jakarta, dapat menyaksikan pergelaran tari kelas dunia mulai Selasa (6/11) malam, dalam acara Indonesian Dance Festival (IDF) 2018. IDF yang ke-14 ini secara resmi dibuka oleh Plt Kadisparbud DKI Jakarta, Asiantoro di gedung Teater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Dalam acara pembukaan, IDF memberikan penghargaan untuk maestro tari kontemporer Indonesia, almarhum Gusmiati Suid. Sepanjang kariernya, beliau telah melahirkan karya-karya tari terkenal di antaranya tari Kabar Burung, Api dalam Sekam, dan tari Rantak pada tahun 1976. Beliau juga memimpin sanggar tari Gumarang Sakti bersama putranya, Boy G. Sakti, dan telah melahirkan banyak karya seni tari bertaraf nasional dan internasional melalui sanggar tersebut. Penghargaan diterima oleh kedua putri Gusmiati Suid, dan diserahkan oleh Prof. Dr. Edi Sedyawati dan Dr. Julianti Parani.

Diketahui, IDF hadir berdasarkan keprihatinan dosen-dosen yang juga merupakan seniman tari di IKJ akan sepinya kegiatan seni tari bertaraf internasional sehingga menggugah mereka untuk mendirikan IDF pada tahun 1992.

Para dosen Fakultas Seni Pertunjukan tersebut adalah Sal Murgiyanto, Nungki Kusumastuti, Maria Darmaningsih, Melina Surjadewi, Dedy Luthan, Tom Ibnur, serta didukung oleh Farida Oetojo, Sardono W. Kusumo dan lainnya untuk menggarap festival tari kontemporer, yang eksistensinya tetap terjaga hingga tahun ini.

Selama lebih dari dua dekade, Indonesian Dance Festival berkibar di dunia tari internasional. Sebagai sebuah acara biennale, IDF mendorong munculnya begitu banyak koreografer terkemuka sambil berusaha keras untuk menampilkan festival yang bergengsi dan bertaraf internasional setiap kali acara berlangsung. IDF tidak hanya menampilkan karya-karya koreografer terkenal di dunia internasional, namun juga berupaya menemukan bakat-bakat para koreografer muda Indonesia untuk ditampilkan di IDF.

Program-program utama festival ini meliputi: pementasan tari yang terdiri dari showcase (Kampana) dan main performance, workshop (akademi IDF), presentasi, seminar, penerbitan dan publikasi seni tari, kompetisi, master class, commission works, dan berbagai program stimulasi karya-karya baru serta berbagai presentasi karya-karya inovatif dari para seniman muda potensial.

Seno Gumira Ajidarma, Rektor IKJ mengatakan, “IDF harus jadi wadah pembelajaran, bukan saja bagi seniman tari, tapi seniman lain, termasuk peminat seni. Kegiatan-kegiatan pada pelaksanaan IDF harus dapat menjadi penentu standar kualitas dan meningkatkan penyelenggaraan acara menjadi lebih baik. Pergelaran yang ditampilkan setiap hari menjadi momentum ritual peningkatan mutu.”

Visi dan misi festival ini berpijak pada konteks pengalaman kultural Indonesia yang hidup dalam kisaran dan pertemuan dari berbagai akar budaya yang sangat beragam.

IDF diciptakan sebagai wahana pertemuan kreatif berbasis pengalaman lintas budaya sebagai proses pembelajaran bagi semua orang untuk menjelajahi dan menyelami keragaman kultural dari berbagai bangsa di dunia.

Tahun ini adalah tahun ke 14 penyelenggaraan IDF, menandai tahun ke 26 keberadaannya, dengan tema “Demo/cratic Body: How Soon Is Now?” yang melibatkan 8 negara sebagai berikut: Indonesia, Meksiko, Prancis, India, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura.

IDF ke 14 akan diadakan di berbagai tempat di Jakarta dari tanggal 6 – 10 November 2018. Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta, Perpustakaan Nasional RI, Teater Salihara adalah tempat-tempat dimana kita dapat menyaksikan berbagai pertunjukkan menarik persembahan Indonesian Dance Festival.

Hingga tahun 2016, IDF telah berhasil menampilkan tak kurang dari 250 karya-karya koreografer terkemuka Indonesia dan karya-karya penting dari berbagai negara Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Amerika. IDF juga didukung oleh para kurator tari internasional terkemuka, yaitu Tang Fukuen (Singapura), Daisuke Muto (Jepang) dan Arco Renz (Jerman).

IDF mengajak publik Jakarta dan Indonesia untuk merayakan kreativitas budaya yang beragam dengan segala perbedaan identitas sehingga terjadi dialog guna membangun kehidupan yang lebih indah dengan toleransi serta apresiasi terhadap keberagaman.

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Choen

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09