web counter
× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

Event

Indonesian Dance Festival dari Waktu ke Waktu

Majels Choen   13 November 2018 14:53

Events

majels.com - Seni tari di Indonesia khususnya Jakarta, telah menyaksikan rangkaian acara Indonesian Dance Festival (IDF) 2018, sebuah pergelaran tari kelas dunia yang diadakan dari tanggal 6 – 10 November 2018.

Dalam sejarahnya, IDF hadir pertama kali berdasarkan keprihatinan dosen-dosen yang juga merupakan seniman tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) akan sepinya kegiatan seni tari bertaraf internasional sehingga menggugah mereka untuk mendirikan IDF pada tahun 1992. Para dosen Fakultas Seni Pertunjukan tersebut adalah Sal Murgiyanto, Nungki Kusumastuti, Maria Darmaningsih, Melina Surjadewi, Dedy Luthan, Tom Ibnur, serta didukung oleh Farida Oetojo, Sardono W. Kusumo dan lainnya untuk menggarap festival tari kontemporer yang eksistensinya tetap terjaga hingga tahun ini.

Selama lebih dari dua dekade, IDF berkibar dalam level dunia tari internasional. Sejak awal, misi IDF memang mendorong munculnya para koreografer Indonesia sambil berusaha keras untuk menampilkan pertunjukan bertaraf internasional.

Program-program utama festival ini meliputi: pementasan tari yang terdiri dari showcase (Kampana) dan main performance, workshop (yang ditampung di Akademi IDF), presentasi, seminar, penerbitan dan publikasi seni tari, kompetisi, master class, commission works, dan berbagai program stimulasi karya-karya baru serta berbagai presentasi karya-karya inovatif dari para seniman muda potensial.

Visi dan misi IDF dalam konteks lokalitas adalah mengedepankan pengalaman kultural Indonesia yang hidup dalam kisaran dan pertemuan dari berbagai akar budaya yang sangat beragam. IDF diciptakan sebagai wahana pertemuan kreatif berbasis pengalaman lintas budaya sebagai proses pembelajaran bagi semua orang untuk menjelajahi dan menyelami keragaman kultural yang selanjutnya melebar ke berbagai kebudayaan dunia.

Dalam penyelenggaran festival ke-14 ini sekaligus menandai tahun ke-26 keberadaan IDF. Tema yang diambil kali ini adalah “Demo/cratic Body: How Soon Is Now?” yang melibatkan delapan negara dalam rangkaian acara Pre IDF, Main IDF dan Post IDF : Indonesia, Meksiko, Prancis, India, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura. Penyelenggaraannya berlangsung di berbagai tempat di Jakarta: Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta, Perpustakaan Nasional RI, dan Teater Salihara. Pre IDF diadakan di Goethe-Institut Indonesien pada tanggal 1 & 2 November 2018, sedangkan Post IDF akan diadakan di Taman Suropati, dengan sebuah kolaborasi antara Mariana Arteaga (Meksiko) dan komunitas Yoga Gembira pada tanggal 18 November 2018.  

Untuk diketahui, hingga sekarang IDF telah berhasil menampilkan lebih dari 250 karya koreografer dari Indonesia dan dari berbagai negara Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Amerika. IDF juga didukung oleh para kurator tari internasional terkemuka, seperti Tang Fu Kuen (Singapura/2006-2012), Daisuke Muto (Jepang/2008-2012) dan Arco Renz (Jerman/2018).  

Dalam acara pembukaan pada hari Selasa, 6 November 2018 yang lalu, IDF telah memberikan penghargaan kepada maestro tari kontemporer Indonesia, almarhumah Gusmiati Suid di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Malam Penutupan Indonesian Dance Festival kali ini akan dimulai dengan penyematan penghargaan Chevalier dans l’Ordre des Arts et des Lettres (Knight of Order of Arts and Letters) dari Kementrian Kebudayaan Prancis yang akan diberikan oleh Yang Mulia Bapak Duta Besar Jean-Charles Berthonnet kepada Ibu Maria Darmaningsih, salah satu Direktur dan Pendiri IDF di Serambi Salihara. Penghargaan diberikan mengingat peran Beliau dalam memajukan budaya seni tari di Indonesia pada umumnya, dan sebagai salah satu pendiri Indonesian Dance Festival dari awal sampai sekarang, juga perannya dalam menjalin kerjasama budaya antara Indonesia dan Prancis pada khususnya. Acara akan dilanjutkan dengan pertunjukan “Wonder Women” oleh Melanie Lane (Australia) di Black Box Salihara.

IDF mengajak publik Jakarta dan Indonesia untuk merayakan kreativitas yang berasal dari latar belakang budaya yang beragam dengan segala perbedaan identitasnya. Dengan demikian bisa diharapkan terjadi dialog guna maembangun toleransi dan apresiasi terhadap keberagaman.

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Choen

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09