× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Jangan Remehkan Jangkrik, Bisa Jadi Usaha Beromzet Ratusan Juta Lho!

Majels Syahid   11 April 2018 17:50

News

 

Jangan Remehkan Jangkrik, Bisa Jadi Usaha Beromzet Ratusan Juta Lho!

Majels.com – Siapa yang tidak kenal dengan serangga yang satu ini. Serangga yang masih satu kerabat dengan belalang, memiliki tubuh yang memanjang dengan antenanya yang menjulang ke atas ini sering kita di temui di kebun-kebun atau pesawahan. Mungkin sebagian orang mengira bahwa jangkrik hanyalah serangga biasa. Namun, jangkrik sebenarnya mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Jangkrik banyak diburu untuk dijadikan pakan burung atau ikan oleh penghobi. Di pedesaan memburu jangkrik merupakan salah satu kegiatan sampingan untuk menambah penghasilan. Seiring dengan semakin meningkatnya permintaan penghobi burung atau ikan yang membutuhkan jangkrik sebagai pakan, peternakan jangkrik pun muncul. Karena potensi pasarnya sudah ada dan tak banyak orang yang melakukannya, bisnis ternak jangkrik pun menjadi bisnis yang menggiurkan.

Omzet Ratusan Juta Rupiah

Di Cirebon, ada pria lulusan Institute Teknologi Bandung bernama Bambang yang sukses berbisnis ternak jangkrik. Seperti yang dilansir Kompas.com, omzet usaha Bambang ini mencapai Rp500 juta perbulannya. Menggiurkan, bukan? Bambang mengembangbiakkan jangkrik dengan skala besar dibantu oleh sekitar 65 karyawannya.

Harga yang dibandrol untuk setiap satu kilogram jangkrik berkisar antara Rp45.000 – Rp50.000, sementara untuk telur jangkrik harganya bisa lebih mahal lagi. Adapun kapasitas produksinya ialah 200 kilogram (kg) jangkrik dan 8 kg telur jangkrik yang siap dibudidayakan. Pemasarannya meliputi daerah-daerah di Pulau Jawa, termasuk di Jabodetabek yang memiliki cukup banyak penghobi atau peternak burung.

Cara Beternak Jangkrik

Beternak jangkrik sebenarnya tidak membutuhkan kehalian khusus. Langkah pertama untuk mulai mencoba beternak jangkrik adalah dengan menyiapkan lokasi yang mirip dengan habibat jangkrik di alam. Pada dasarnya, jangkrik menyukai tempat yang sunyi, teduh, serta mendapatkan sirkulasi udara yang cukup. Tempatkan jangkrik pada lokasi yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dan jauh dari kebisingan seperti jalan raya.

  1. Persiapan Kandang

Kemudian, persiapkan dengan baik kandang yang akan dijadikan sebagai rumah bagi jangkrik. Kandang bisa dibuat dari kayu triplek, polywod, atau kardus yang dibentuk seperti peti memanjang dengan bagian atasnya yang bisa dibuka dan ditutup. Anda bisa memasukkan daun-daunan seperti daun pisang atau sukun ke dalamnya. Tujuannya untuk melindungi dan menjaga mereka agar mereka tidak saling memakan hingga menjadi jangkrik kanibal.

Untuk ukuran kandangnya tidak ada patokan khusus, yang terpenting jangan sampai satu kandang diisi terlalu banyak jangkrik. Biasanya, kandang jangkrik dibuat dengan ukuran ketinggian 50 cm, lebar 100cm, dan panjang 200 cm.

  1. Mencari Indukan Jangkrik

Setelah menyiapkan tempat dan membuat kandang, langkah selanjutnya adalah mencari indukan atau bibit jangkrik. Indukan yang baik biasanya indukan yang berasal dari alam langsung, bukan hasil ternakan. Hal ini dikarenakan jangkrik dari alam relatif lebih memiliki daya tahan yang kuat. Tapi, tak perlu khawatir, Anda pun bisa membeli bibit jangkrik ke peternak lain.

Untuk pakannya, Anda bisa menggunakan voor atau makanan ayam untuk jangkrik yang berusia 1 sampai 10 hari. Anda bisa menggunakan voor yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang sudah dihaluskan. Anda bisa menggunakan pakan jangkrik ini dengan menggunakan ubi, sayuran, singkong, atau dedaunan yang diberikan secara rutin dan selang-seling setiap harinya.

Mengutip dari segalahobi.com, cirri-ciri indukan jangkrik betina meliputi sungut atau antenanya masih panjang dan lengkap, kedua kakinya masih lengkap, gesit, dan terlihat sehat sementara badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap. Pada jangkrik betina, dia akan selalu mengeluarkan suara mengerik. Sayap dan punggungnya bergelombang.

  1. Pengembangbiakkan

 

Pengembangbiakkan jangkrik dilakukan dengan mengawinkan induk jantan dengan induk betina untuk menghasilkan telur. Indukan jangkrik yang baik dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.

 

angkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).

Tantangan

Tantangan bisnis jangkrik ini terletak pada siklus hidup jangkrik sendiri yang relatif pendek. Dalam beberapa kasus, jangkrik mati sebelum didistribusikan ke peternak burung. Jadi, pastikan bahawa sebelum memulai bisnis ini, Anda sudah memiliki daftar pembeli yang siap menerima jangkrik produksi Anda. Sementara dari segi penyakit, sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang terlalu serius.

Referensi: Ilmubudidaya.com

                

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09