web counter
× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Kerajinan dari Limbah Ampas

Majels Syahid   10 July 2018 17:16

News

Majels.com - Untuk mengisi waktu luang, Rendy Prayogi iseng membuat celengan lukis menggunakan bahan dari pasir yang diwarnai. Namun seiring berjalannya waktu Rendy mulai meninggalkan bahan baku dari pasir warna itu karena memakai bahan kimia untuk pewarnanya. Rendy menggantinya dengan memakai bahan alami dari setiap jenis ampas bubuk teh, ampas kopi, beberapa jenis serbuk kayu dan ampas jamu. Hasil karyanya tersebut sudah menjadi koleksi orang-orang dari berbagai negara.

Pria kelahiran Medan tersebut mengganti pewarna kimia karena ia sadar bahwa tidak baik digunakan dan pasir juga bukan bahan baku untuk membuat kerajinan. “Selain itu saya sering workshop, mengajarkan masyarakat pedesaan. Dimana mereka akan banyak mendapatkan kesusahan karena pewarna kimia itu sangat sulit didapat dan harganya juga lumayan mahal,” tuturnya. Maka pada tahun 2012, Rendy mulai berinovasi membuat celengan lukis dengan bahan ampas bubuk teh dan serbuk kayu. Bukan tanpa alasan ia memilih bahan tersebut. “Karena pasti kita semua minum teh. Melihat ampasnya terbuang begitu saja, saya coba manfaatkan untuk dijadikan kerajinan tangan dengan teknik lukis. Pertimbangan lain adalah ampas bubuk teh juga mudah didapatkan.” Sementara untuk serbuk kayu, Rendy memanfaatkan hasil dari pembelahan kayu yang terbuang begitu saja dari usaha mebel milik almarhun ayahnya.

Tak disangka banyak yang menyukai hasil karnya, maka Rendy pun banyak diminta untuk mengadakan seminar workshop mulai dari sekolah-sekolah, kampus, komunitas penggiat lingkungan sampai masyarakat pedesaan. “Saya terus memperkenalkan teknik lukis tekstur dengan memanfaatkan bahan daur ulang dengan ampas bubuk teh dan serbuk kayu. Dengan tujuan mengajarkan kreativitas kembali kepada anak-anak sampai khalayak umum.” Sulung dari dua bersaudara ini ingin mengajarkan cara memanfaatkan sampah limbah rumah tangga agar bisa dibuat menjadi kerajinan tangan. Tidak sampai di situ,ia juga mengajarkan bagaimana caranya bisa mendapatkan penghasilan dari sampah rumah tangga.

Namun sayang, pria yang hobi meluki sini sempat mendapatkan kendala dalam produksi. Celengan yg saya buat mengeluarkan jamur halus pada ampas tehnya. Sempat ia tidak mau meneruskan produksi. Berkat dorongan semangat dari keluarga dan teman-teman ia pun bangkit dan mencari dimana kesalahan produksi yang ternyata terletak pada tahap finishing yang terlewatkan. Ia kemudian berinovasi menggunakan bahan dari ampas jamu (kunyit) untuk menjadi tambahan warna alami. “Saya ingin mengangkat warna alami dari setiap jenis ampas bubuk teh, ampas kopi, beberapa jenis serbuk kayu dan ampas jamu (kunyit).” Rendy juga menggunakan berbagai jenis batu alam, cangkang telur, dan berbagai jenis kayu.

Baca juga:

Saat ini Rendy sudah membuat celengan lukis, tempat pensil, vas bunga, kotak tisu, frame foto, lukisan, asbak rokok, dan frame cermin. Dalam satu bulan, ia sudah memproduksi sebanyak 300 hingga 500 item dengan harga yang paling murah Rp20 ribu dan yang paling mahal adalah lukisan bisa mencapai Rp8 juta. Dalam memasarkan produknya, Rendy bergabung ke dalam UMKM Dinas Koperasi yang sering mengadakan event didalam kota maupun luar kota. Selain itu ia juga memiliki galeri sendiri dan memanfaatkan sosial media sebagai pemasaran produk secara online.Karyanya pun sudah tersebar ke Pekanbaru, Padang, Lampung, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Purwokerto, Banyumas, Surabaya, Bali, Banjarmasin, Manado, dan Ambon. “Untuk keluar negeri Malaysia, Singapura, Jepang, Jerman, Perancis, dan India,” ujar penggemar musik pop ini.

Rendy menjelaskan bahwa kendala menjalani bisnis di bidang lukisan ini adalah semakin banyak orang yang berinovasi untuk membuat lukisan dengan memanfaatkan bahan lain tetapi tidak memperhatikan konsep desain dari lukisannya sendiri. Untuk itu ia ingin mendobraknya dengan membuat lukisan yang memperkenalkan kembali kearifan lokal dari setiap daerah di Indonesia, mulai dari ornamen, budaya, sampai bangunan-bangunan tuanya. “Kalau bukan kita bangsanya sendiri yang menjaga kearifan lokal siapa lagi. Jangan sampai dicuri oleh negara lain.” Ia pun sudah mempesiapkan rencana ke depan yaknii terus berinovasi dengan bahan baku yang lain tetapi tetap memanfaatkan limbah rumah tangga, dan segera membuat pameran tunggal. (teks:eri/ft:dok.pri)

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Wadah Digital Untuk Mengembangkan Potensi Musisi Lokal
Syahid
19 July 2018 16:53
Majels
News
Cara Mudah Berjualan di Facebook Marketplace
Syahid
19 July 2018 10:23
Majels
News
Pelaku Usaha Sambut Positif Festival Kopi dan Kerajinan Nusantara 2018
Syahid
18 July 2018 17:37
Majels
News
Peluang Penghasilan Tambahan Menjadi Petani Hidroponik
Syahid
18 July 2018 09:21
Majels
News
Pantang Menyerah Dirikan Bisnis Batik
Syahid
17 July 2018 16:54