× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Mengenal Jenis-Jenis Kode Plastik untuk Kemasan

Majels Syahid   02 March 2018 14:03

News

Majels.com – Kemasan dalam sebuah produk merupakan sesuatu yang dibutuhkan. Hampir semua produk yang berbentuk barang, makanan atau minuman memerlukan kemasan untuk melindungi isi dari produk itu sendiri. Bahkan, dalam pengertian yang lebih luas, kemasan bukan saja berfungsi sebagai pelindung produk dari kerusakan dan sebagainya, namun juga sebagai sarana membangun brand produk tersebut. Karena itulah, kemasan secara umum memiliki dua fungsi yaitu fungsi protektif dan fungsi promosi.

Sebagai fungsi protektif, bahan dasar dari kemasan itu sendiri harus menjadi perhatian. Jangan sampai bahan dasar pembuat kemasan tersebut justru mengandung bahan-bahan yang berbahaya yang malah akan membahayakan produknya itu sendiri. Karena itulah diperlukan pemahaman yang cukup baik mengenai dunia kemasan bagi pelaku usaha, terutama pelaku UMKM yang sedang mencoba meningkatkan mutu produknya melalui dukungan dari sisi kemasan.

Berdasarkan struktur isinya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, kemasan primer yaitu bahan kemasan yang langsung mewadahi bahan pangan seperti kaleng susu, botol minuman dan lain-lain. Kedua, kemasan sekunder yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kemasan lainnya. Ketiga, kemasan tersier dan kuarter yaitu kemasan yang diperlukan untuk pengiriman atau identifikasi. Lazimnya digunakan selama pengakutan.

Salah satu bahan dasar kemasan yang paling sering digunakan adalah plastik. Kemasan dari bahan plastik dipilih karena murah, cukup efektif menjaga produk, dan mudah dibentuk untuk berbagai keperluan. Sayangnya, plastik kemasan juga mengandung efek negatif bagi lingkungan dan bagi produk itu sendiri bila salah dalam penggunaannya.

Untuk itu, Anda perlu mengetahui kode kemasan yang boleh atau tidak digunakan untuk produk tertentu. Berikut adalah ulasannya.

PETE/PET (polyethylene Terephthalate)

Kode kemasan jenis ini biasanya ditandai dengan angka 1 serta PETE atau PET di bawah bawahnya. Plastik jenis ini aman digunakan untuk air minum mineral, jus, minyak goreng, kecap dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa plastic jenis ini hanya bisa digunakan sekali pakai.

Bila plastic jenis ini digunakan berkali-kali, apalagi dipakai untuk air panas maka dapat meyebabkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

HDPE (High Density Polyethylene)

Bila Anda melihat kemasan plastik dengan kode 2 di dalam sebuah segitiga, itu adalah jenis HDPE atau High Desity Polyethlene. Plastik jenis ini memiliki ketahanan yang kuat, serta lebih tahan lama dengan kondisi yang tinggi. HDPE biasanya digunakan untuk botol jus kemasan, minyak serta produk susu kemasan, Tupperware, gallon air minum dan lain sebagainya.

Polyvinyl Chloride (PVC)

Plastik jenis ini memiliki nomor kode 3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

Low Density Polyethylene (LDPE)

Bahan plastik daur ulang dengan kode LDPE umumnya digunakan untuk pembungkus makanan dan kantung plastik supermarket. Plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, botol-botol yang lembek, pakaian, mebel, dll. Plastik ini memiliki sifat yang kuat, feksibel, di permukannya sedikit berlemak, tidak jernih dan pada suhu 60 drajat sangat resisten dengan reaksi kimia.

Polypropylene (PP)

Logo daur ulang dengan kode angka 5 dan PP pada bagian tengahnya adalah kemasan atau wadah yang terbaik terutama untuk menyimapan makanan dan minuman. Ciri dari plastik ini adalah transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen memiliki sifat yang lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah serta ketahanan yang baik terhadap lemak dan stabil terhadap suhu tinggi.

Polystyrene (PS)

Polystyrene merupakan bahan yang digunakan pada wadah Styrofoam. Jenis kemasan ini hanya boleh digunakan untuk sekali pakai karena lebih cepat berpengaruh terhadap lemak dan pelarut. Untuk itu, penggunannya untuk makanan atau minuman tidak dianjurkan, selain risikonya berbahaya bagi kesehatan otak, jenis kemasan dengan logo daur ulang dengan angka 6 dan kode PS pada bagian tengahnya ini juga bisa mengganggu hormone estrogen pada wanita. Sehingga nantinya bisa mempengaruhi sistem reproduksi dan pertumbuhan sistem syaraf.

Policarbonate (PC)/Other

Plastik ini pada umumnya digunakan untuk botol minuman seperti, botol bayi, tumbler, kaleng kemasan makanan dan kemasan susu formula. Ditandai dengan gambar daur ulang dengan kode angka 7 dan tulisan other di bawahnya.  Untuk jenis plastik ini terdiri dari 4 macam, yaitu SAN styrene acrylonitrile, ABS acrylonitrile butadiene styrene, PC polycarbonate, dan Nylon. (teks:syahid, goukm)

Gambar: rakyatjakarta.com

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09