web counter
× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Modalku Alternatif Solusi Pendanaan Terbesar Asia Tenggara

Majels Syahid   30 April 2018 17:20

News

Majels.com - Menurut penelitian yang dilakukan Ernst & Young, UOB dan Dun & Bradstreet sebanyak 65,2% UKM di Asia Tenggara sulit mendapatkan akses untuk pinjaman usaha. Dalam banyak pertemuan dengan para pelaku usaha, elshinta pun menemukan persoalan yang paling banyak dikeluhkan ialah seputar pengadaan atau penambahan modal usaha.

Banyak orang ingin merintis usaha atau mengembangkan usaha, tetapi  gagal hanya gara-gara persoalan tidak punya modal. “Susah, cari pijaman modal,” itulah rata-rata jawaban para pelaku usaha jika ditanya soal kendala yang mereka temui dalam mencoba menjalankan usaha. Bank sebagai lembaga keuangan yang paling jadi andalan untuk masalah permodalan, tidak sudi meminjamkan uangnya jika peminjam tidak mempunyai agunan.

Kendala inilah yang ujung-ujungnya menjadi persoalan lambatnya perkembangan UKM di Tanah Air. Biasanya bank bersedia meloloskan pinjaman jika peminjam mempunyai agunan yang akan digunakan oleh bank sebagai jaminan atas dana yang mereka pinjamkan. Sebaliknya, kebanyakan pengusaha --apalagi pelaku usaha kecil-- tidak mempunyai aset yang bisa dijadikan agunan.

Namun persoalan yang banyak dikeluhkan para pelaku usaha, sepertinya sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Modal pinjaman yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha tidak lagi hanya bergantung pada bank, melainkan bisa diperoleh pada lembaga lain dan juga lebih mudah. Bahkan besarnya pinjaman yang disetujui bisa mencapai miliaran rupiah. Modalku misalnya, salah satu platform peer to peer (P2P) terbesar di Asia Tenggara berani memberikan dana hingga 2 miliar rupiah kepada pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

Pinjaman tersebut diberikan Modalku kepada peminjam yang disebut borrower yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, di antaranya memberikan laporan keuangan usaha selama 6 bulan terakhir. Namun, persyaratan dimaksud bukanlah persyaratan yang berat seperti halnya agunan jika mengajukan pinjaman di bank, melainkan berupa dokumen untuk akurasi data. Selanjutnya Modalku akan melakukan verifikasi data agar dana yang dibutuhkan dapat segera dicairkan.

Iwan Kurniawan Co-Founder dan COO Modalku, menyebut kecepatan menjadi salah satu target progres Modalku di masa depan, “Selain speed kita juga meningkatkan akurasi,” katanya pada sesi tanya jawab di Kantorkuu Jakarta. Selama ini proses pencairan pijaman di Modalku memakan waktu lebih kurang tiga hari kerja. Namun selain meningkatkan kinerja, Modalku bertujuan ikut ambil bagian dalam meningkatkan perekonomian negara, seperti disampaikan Reynold Wijaya, Co-Founder dan CEO Modalku dalam sambutannya di acara preskon dengan media.

Sampai saat ini Modalku sudah memberikan pinjaman kepada lebih dari 3000 UKM dengan total pendanaan mencapai 1.45 triliun rupiah, dengan tingkat kesuksesan 100% serta prosentase default sebesar 1.35 persen saja. Sementara untuk jumlah pemberi pinjaman telah menyentuh angka 60.000. Modalku menyatakan tidak terlalu ngoyo dalam memberikan pinjaman, karena ingin memberikan hasil yang baik kepada borrower maupun para pemberi pinjaman atau lender.

Dalam menjalankan bisnis keuangan, dalam hal ini peer to peer lending, Modalku tidak berjalan sendirian. Banyak sekali kanal pinjaman, peer to peer, fintech lender, hingga fintech aggregator yang tersedia di internet. Pertumbuhan entrepreneur yang pesat dari kalangan millennial khususnya --termasuk bisnis online-- telah menstilmulasi menjamurnya platform pinjam-meminjam dana dengan menerapkan teknologi ke dalam sistem operasional mereka.

Modalku resmi terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Juni 2017 sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Terdaftarnya Modalku di OJK menunjukkan Modalku telah mendapatkan kepercayaan Pemerintah dan masyarakat dan komit terhadap perlindungan konsumen dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.  

Demikian halnya dengan eksistensi Modalku di luar negeri, Modalku terdaftar dan terlisensi sebagai grup di Singapura (dengan regulator Monetary Authority of Singapore (MSS)) dan Malaysia (di regulator Securities Commission (SC)) dengan merek Funding Societies.

Kita semua tahu, membuka bisnis online pun membutuhkan modal, meski tidak sebesar menjalankan bisnis konvensional. Bisnis konvensional membutuhkan banyak sekali keperluan di antaranya, toko, gudang dan berbagai kebutuhan lainnya. Bisnis online jauh lebih simpel. Fakta ini yang menstimulasi tumbuhnya para pengusaha baru. Generasi millennial banyak memilih menjadi entrepreneur daripada bekerja menjadi pegawai kantoran.

Pertumbuhan entrepreneur yang pesat tentu saja menjadi indikasi yang bagus, karena pertumbuhan seperti ini bisanya diiringi munculnya lapangan pekerjaan baru. Usaha transportasi online misalnya, terbukti menghasikan lapangan pekerjaan baru. Ia menciptakan ribuan driver online (250 ribu driver Gojek di DKI) selain meningkatkan pelayanan transportasi kepada masyarakat dan memberikan penghasilan pada para driver sendiri.

Bisnis market place terbukti menciptakan banyak entrepreneur baru dengan berbagai ragam latar belakang, dari ibu rumah tangga sampai pegawai. Demikian juga dengan Modalku, kehadiran Modalku selain membantu memberesi masalah modal atau keuangan yang sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha, ia sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. "Saat ini karyawan Modalku lebih kurang 150 orang terdiri lebih dari 100 karyawan dari dalam negeri, dan sisanya di luar negeri," jelas Reynold.

Modalku didirikan oleh Reynold Wijaya dan Kelvin Teo sebagai platform pinjaman digital yang menghubungkan UKM di Indonesia, Singapura dan Malaysia dengan para pemberi pinjaman, baik secara individu maupun institusi. Di Malaysia dan Singapura Modalku beroperasi dengan nama Funding Societies. Di tahun 2017, Modalku dan Funding Societies mengalami pertumbuhan pesat hingga 950% dibanding tahun sebelumnya.

April 2018 Modalku dan Funding Societies meraih pendanaan seri B sebesar USD 25 juta atau hampir 350 miliar rupiah. Pendanaan yang dipimpin oleh SoftBank Venture Korea itu termasuk di dalamnya partisipasi para investor sebelumnya antara lain, Sequoia India, Aplha JWC Ventures dari Indonesia dan Golden Gates Ventures, Line Ventures, Qualgro hingga Mahanusa Capital.

Pendanaan Seri A Modalku diumumkan Agustus 2016 dengan nilai Rp100 miliar, yang merupakan jumlah terbesar yang pernah dihimpun oleh platform P2P lending di Asia Tenggara. Pendanaannya dipimpin oleh Sequoia India dengan partisipasi dari pakar-pakar Universitas Harvard dan investor sebelumnya Alpha JWC Ventures.

Sean Lee, Partner dan Managing Director SoftBank Ventures Korea menyebut Modalku adalah perusahaan yang paling mengesankan dengan semua prestasi yang mereka raih dalam waktu singkat. Sean Lee melihat Modalku mempunyai potensi untuk terus menjadi nomor satu. “Selama ini, SoftBank Ventures Korea telah aktif berinvestasi di Asia Tenggara. Kami melihat potensi besar bagi pinjaman digital untuk UKM di wilayah ini,” katanya.

Modalku menawarkan modal usaha cepat dan praktis bagi UKM lokal. Hasil survei menyebut 67.8% pebisnis terbuka bagi penyedia kredit alternatif seperti P2P lending. Seperti dinyatakan OJK, kebutuhan kredit bagi UMKM di Indonesia sebesar Rp1.700 triliun per tahun. Sementara hingga saat ini lembaga keuangan yang ada, hanya dapat memenuhi Rp700 triliun dari kebutuhan tersebut. Data terbaru OJK menunjukkan pendanaan gotong royong online atau fintech P2P lending telah memberikan kontribusi lebih dari Rp2,5 triliun sepanjang tahun 2017.

Kekurangan pendanaan bagi UMKM mencapai lebih dari Rp988 triliun per tahun di Indonesia, hal ini merupakan peluang yang sangat menjanjikan, seperti disampaikan Reynold. “Ini adalah masa yang sungguh menarik bagi P2P lending di Asia Tenggara dan Modalku memimpin perubahan yang terjadi melalui akses modal usaha cepat, terjangkau dan praktis bagi UKM lokal. Dukungan dari investor ternama menjadi validasi bagi model bisnis dan dampak yang kami ciptakan. Pendanaan ini akan kami gunakan untuk menciptakan produk inovatif serta membangun user experience kelas dunia bagi pelanggan kami,” ujar Reynold.

Agar mempermudah para pelaku usaha mengajukan pinjaman modal usaha, Modalku meluncurkan aplikasi mobile untuk pinjaman modal usaha yang pertama di Indonesia, yang dinamai Modalku Dana Usaha pada Januari 2017. Begitu juga kepada para pemberi pinjaman, Modalku mengeluarkan aplikasi yang disebut Modalku Investasi, pada Juli 2017. Dengan menggunakan aplikasi ini, pendaftaran pendanaan bagi pemberi pinjaman dapat dilakukan kapan saja melalui smartphone.

Aplikasi Modalku Investasi mempunyai fitur yang menarik yang penting bagi para pemberi pinjaman. Fitur yang dinamai, “Pendanaan Otomatis” dapat memberikan informasi sehingga pemberi pinjaman dapat mendanai pinjaman kepada UMKM sesuai preferensi, mulai dari tingkat pengembalian, jangka pinjaman hingga alokasi per pinjaman. Dengan fitur tersebut pemberi pinjaman dapat memilih sendiri kepada pelaku UMKM  yang mana pinjaman akan mereka berikan.

Hingga saat ini Modalku telah mencatat berbagai prestasi. Selain menjadi platform P2P lending terbesar di Asia Tenggara, Modalku telah menerima penghargaan dan pengakuan, secara global maupun lokal. Maret 2018 Forbes menobatkan Renold Wijaya dan Iwan Kurniawan dalam daftar 30 inovator dan Co-Founders, “Forbes 30 Under 30 Asia 2018”. Modalku menjadi satu-satunya pilihan Forbes dari industri fintech Indonesia.

Sebelumnya, September 2017 salah satu badan organisasi PBB, juga mengganjar Modalku menjadi pemenang Global SME Exellence Award dari ITU Telecom, sekaligus menjadi startup pertama dan satu-satunya yang memenangi penghargaan tersebut. Kemudian pada akhir Juni 2017, CB Insight salah satu perusahaan swasta terkemuka yang bergerak di bidang riset industri startup, mengumumkan Modalku - Funding Societies menjadi satu-satunya perusahaan P2P dari Asia Tenggara yang masuk daftar fintech 250 yakni daftar perusahan terbaik dunia yang melakukan terobosan inovasi di bidang teknologi finansial. (wid/foto: reza)

 

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09