× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Pentingnya Melakukan Diversifikasi pada Produk

Majels Syahid   12 March 2018 11:28

News

Majels.comSetiap hari tingkat persaingan di hampir semua bisnis mengalami persaingan yang cukup sengit. Semakin tingginya permintaan pasar sejalan dengan semakin banyaknya pelaku-pelaku usaha yang mencoba peruntungan memenuhi permintaan pasar tersebut. Berbagai upaya pemasaran terus dilakukan, diperbarui agar dapat bersaing dengan pelaku bisnis lain.

Sebuah bisnis yang berhasil tidak hanya ditunjukkan dari besarnya omzet yang diperoleh setiap bulannya. Bisnis yang berhasil terlihat ketika ia berhasil bertahan seiring dengan adanya produk-produk baru yang muncul atau istilahnya berkelanjutan (suistanable). Melakukan diversifikasi produk merupakan salah satu upaya dalam menjamin usaha tersebut tetap berjalan dan berkelanjutan.

Diversifikasi merupakan upaya dari pelaku usaha atau perusahaan untuk membuat produk-produknya lebih beragam sehingga konsumen memiliki cukup banyak pilihan produk yang sejenis. Dari segi produsen, diversifikasi produk ini bertujuan agar perusahaan tidak tergantung pada penjualan satu jenis saja sehingga menambah probabilitas dan mengurangi risiko.

Dari sudut pandang hukum ekonomi, ketika ketersediaan barang di pasar (supply) melebihi permintaan pembeli (demand) maka harga akan menjadi turun. Sementara itu, bila banyak produsen memproduksi barang yang sama menyebabkan ketersediaan barang menjadi tinggi, otomatis harga akan menjadi turun. Dari sinilah, diperlukan pengembangan desain produk baru atau target pasar yang baru.

Penerapan Diversifikasi Produk

Diversifikasi produk dapat dilakukan dengan membuat produk yang baru atau memperbarui produk sejenis yang sudah kita jual. Pada produk sejenis, penerapan diversifikasi bisa dilakukan dari segi ukuran, tipe, warna, mode, sampai peruntukannya. Misalnya, dalam bisnis kuliner seperti nasi goreng. Diversifikasi bisa dilakukan dengan membuat racikan pada rempah-rempahnya sehingga menghasilkan rasa yang baru, atau melakukan inovasi pada topingnya.

Misalnya, ketika pertama kali Anda membuka warung nasi goreng, Anda hanya punya dua jenis nasi goreng yaitu nasi goreng telur dan nasi goreng ayam. Pada bulan selanjutnya, Anda bisa membuat nasi goreng seafood atau nasi goreng teri. Cara ini dilakukan agar konsumen tidak bosan dan menambah peluang Anda untuk mendapatkan pelanggan baru.

Baca juga:

Dalam pengertain yang lebih luas, diversifikasi bukan saja menyangkut soal pembagian produk menjadi beberapa jenis namun penambahan unit-unit usaha baru yang berkaitan atau bahkan tidak berkaitan sama sekali. Ada dua strategi diversifikasi yaitu strategi diversifikasi konsentris dan startegi diverisikasi konglomerasi.

Strategi diversifikasi konsentris merupakan startegi diversfikasi yang yang masih ada kesamaannya dalam hal teknologi, fasilitas bersama, atau jaringan pemasaran yang ada saat ini.  Strategi ini bertujuan untuk menaikkan penjualan produk dengan menawarkan produk yang baru serta menghadapi persaingan yang ketat dengan kompetitor. Dalam contoh nasi goreng tadi, bisa disebut sebagai strategi diversifikasi konsentris.

Sementara itu, pada strategi diversifikasi konglomerasi, Anda sebagai pemilik usaha membuat unit-unit usaha baru yang berbeda dengan unit usaha yang sedang dijalani saat ini. Misalnya, Anda memiliki sebuah brand dengan nama Alfa Food, lalu untuk menambah kekuatan perusahaan, Anda membuat lagi Alfa Souvenir, Alfa Fashion dan seterusnya.

Manfaat Diverfikasi Produk

Manfaat dari diversifikasi produk ini tak lepas dari tujuan dibuatnya diversifikasi produk itu sendiri. Dalam ritme dunia bisnis bisa diibaratkan seperti ritme pada saat bermain bola. Pertahanan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan terus menyerang. Begitu juga dengan bisnis, agar bisnis tetap bertahan dan berkelanjutan tadi (sustainable) Anda harus terus melakukan inovasi-inovasi, melakukan pembaruan pada produk yang sudah ada, dan menambah unit-unit bisnis yang Anda miliki.

Dengan Anda memiliki beberapa unit bisnis, ini meminimalkan Anda pada risiko kebangkrutan yang dapat mengubah nasib hidup Anda 180 derajat. Bila satu atau dua unit bisnis mengalami kebangkrutan, Anda akan tetap bisa survive dengan unit bisnis yang lain. (teks:syahid)

Referensi: thidiweb.com

Gambar: thidiweb.com

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09