× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Perbedaan Mendasar Mengenai Bisnis B2B dan B2C Serta Strategi Pemasarannya

Majels Syahid   23 February 2018 14:31

News

Majels.com – Anda mungkin pernah mendengar istilah B2B atau B2C dalam dunia bisnis. Ya, kedua istilah ini memang tidak bisa dilepaskan dari pengetahuan dasar berbisnis. B2B merupakan singkatan dari Bussiness to Bussiness sementara B2C yaitu Bussiness to Customer.

Seperti namanya, Bussiness to Bussiness (B2B) yaitu suatu model bisnis yang transaksi jual belinya dilakukan antara entitas bisnis yang satu ke entitas bisnis yang lainnya. Produk yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan B2B baik dalam bentuk barang maupun jasa memang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau pelaku bisnis lain bukan kepada customer.

Misalnya, bila Anda berbisnis di bidang aksesori custom seperti topi, kaos, ID Card dan lain-lain, lalu Anda menargetkan pasarnya tersebut ke perusahaan maka itu disebut sebagai model bisnis B2B. Produk-produk tersebut dinikmati oleh individu atau karyawannya, tetapi mereka tidak membelinya secara langsung kepada Anda, tetapi membeli lewat perusahaannya.

Lebih luas lagi, B2B bisa Anda lihat dari jalur distribusi barang yang bermula dari produsen ke distributor. Produsen dalam hal ini adalah entitas bisnis sementara distributor adalah entitas bisnis lainnya. Hubungan kedua entitas bisnis ini disebut dengan B2B.

Sementara itu, B2C merupakan model bisnis yang umum kita jumpai yaitu ketika pelaku usaha menjual produknya ke perorangan maupun grup. Bila dari contoh kedua tersebut kita melihat barang mengalir dari produsen ke distributor disebut B2B, maka dari distributor atau agen kepada konsumen disebut sebagai B2C.

Strategi Bisnis

Dalam bisnis B2C, kunci dari strategi pemasaran yang dilakukan adalah  bagaimana kita bisa memainkan emosi pelanggan, melakukan promosi-promosi yang menarik, unik, dan mengena di kepala konsumen dengan memberikan harga yang bersaing dengan kualitas produk yang baik. Sementara pada B2B, hal tersebut juga berlaku namun ada sedikit tambahan yaitu kemampuan membuat kepercayaan terhadap brand Anda.

Pelanggan Anda merupakan pemilik bisnis yang akan membandingkan produk yang Anda tawarkan dengan produk yang brand lain juga tawarkan. Mereka biasanya meminta tawaran dari kita tentang harga, spesifikasi produk, bonus dan sebagainya lalu membandingkan dengan yang lain.

Di sini, Anda perlu memahami pihak-pihak yang berperan dalam proses pembelian dalam sebuah organisasi yang dinamakan sebagai buying center. Dalam buying center ini, setiap orang berperan dalam unit ini berperan berperan dalam menentutan keputusan pembelian.

Berikut enam peran yang termasuk ke dalam buying center yang sebaiknya Anda pahami.

1. Inititor

Orang ini adalah yang memberikan inisiatif pembelian berdasarkan kebutuhan perusahaan yang ada.

2. Influencer

Adalah orang yang berperan dalam mengusulkan, atau memberikan informasi perihal suatu produk yang dibutuhkan oleh perusahaan. Influencer tersebut mengusulkan hal ini dari informasi yang dia terima, atau dari orang yang dia kenal, yang ia kira sanggup memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut.

3. Decider

Decider yaitu orang yang berwenang melalukan keputusan pembelian, berdasarkan permintaan dari initiator dengan tawaran-tawaran yang diusulkan oleh influencer. Decider akan mempertimbangkan usulan influencer dipertimbangkan dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan.

4. Buyer

Buyer adalah orang yang melakukan pembayaran atas keputusan yang sudah ditetapkan.

5. User

Adalah orang atau karyawan yang menggunakan produk atau jasa yang dipesan.

6. Gatekeeper

Yaitu orang yang berperan dalam melakukan control pada produk atau jasa yang sudah dibeli.

Dalam B2B marketing, peranan-peranan di atas dapat dipegang oleh key person yang sama, dan dapat juga dipegang oleh key person yang berbeda. Sebagai contoh,baik inisiator, gate keeper maupun user dapat dipegang oleh key person yang sama. Namun dalam kasus yang lain ketiganya bisa berada pada key person yang berbeda-beda.

Marketing B2B sekilas tampak rasional, karena biasanya dalam sebuah penawaran, user akan meminta spesifikasi produk dan hargayang terbaik yang kita tawarkan, untuk kemudian dibandingkan dengan penawaran dari kompetitor. Namun sebenarnya ada faktor emosional yang juga bermain seperti kedekatan hubungan kita dengan prospek atau klien kita. Kemampuan kita untuk membaca situasi dan memberikan kesan positif mutlak sangat diperlukan untuk meraih kepercayaan pelanggan pada B2B.(teks:syahid)

Gambar: 

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09