× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

Business

Pernak Pernik Tali Kacamata Tembus Mancanegara

Majels Yani   08 February 2017 14:40

News

majels.com - Peluang usaha bisa muncul secara tidak sengaja karena hobi tertentu. Salah satu peluang yang cukup menjanjikan yaitu usaha kreasi aksesori. Hal inilah yang membuat Deny Heru Aspriyanti menggeluti bisnis aksesori tali kacamata dengan brand Uniqly Kamea.

Dilatarbelakangi karena hobi menggunakan aksesoris pernak pernik unik membuat dirinya ingin berkreasi langsung dalam bidang wirausaha bertema aksesori dengan media tali kacamata. Rasa penasaran yang tinggi untuk berkreasi, Deny membuat dua jenis kreasi untuk tali kacamata yaitu kreasi tassel dan pom-pom. Padahal ia mengaku tidak ada dasar ilmu untuk membuat aksesori, semuanya murni karena dorongan kesukaan dan rasa penasaran untuk mengahasilkan barang pernak pernik indah dari tangannya sendiri. “Saya kuliah di jurusan ekonomi bukan seni. Bisa bikin pernak pernik seperti ini awalnya karena suka dan penasaran ingin coba-coba bikin sendiri,” ungkapnya.

Bermodalkan dana sekitar Rp3 juta rupiah, Deny mulai mencari bahan baku yang sekiranya pas untuk disandingkan dengan tali kacamata, salah satunya yaitu benang wol yang digunakan untuk membuat pom-pom. Benang wolnya sendiri ia datangkan langsung dari Bali dan untuk pernak perniknya sendiri ada yang buatan lokal dan ada juga yang harus diimpor dari Korea. Kebetulan dirinya telah memiliki relasi yang berkecimpung di bidang pernak pernik impor seperti dari Korea sehingga tidak sulit baginya untuk memesan melalui relasinya tersebut.

Proses Pembuatan

Mengacu pada proses lamanya pembuatan tali kacamata dengan pernak pernik tertentu dalam sehari bisa memakan waktu hingga empat sampai lima jam dan item yang dihasilkan biasanya sebanyak tiga hingga empat item. Setiap harinya pun jenis pernak pernik yang dibuat akan selalu berbeda, sehingga bisa dikatakan produk yang dijualnya merupakan edisi terbatas. “Dalam sehari bisa jadi 3 sampai 4 item dalam waktu 4 jam dan itu akan berbeda lagi dengan bentuk yang saya buat untuk esoknya. Entah itu beda di warna atau beda di motif,” ucap Deny. Harga yang ditawarkan berkisar Rp100.000 hingga untuk desain yang terumit dengan harga Rp250.000. Omzet yang dapat Deny dapat mencapai jutaan rupiah per bulannya.

Sistem penjualan yang dilakukan oleh Deny saat ini melalui situs jual beli online dan juga memanfaatkan media sosial instagram. Deny merasa media sosial sangat tepat mengenalkan produk hasil kreativitas tangannya di bidang aksesori pernak pernik tali kacamata . Pilihannya tidak salah, respon yang didapat ternyata sangat positif, terbukti banyak yang langsung memesan produk hasil karya buah tangannya tersebut. “Saya jadi semakin termotivasi untuk terus mengembangkan bisnis pernak pernik tali kacamata ini.” Deny mengungkapkan produknya telah dikenal hampir diseluruh pelosok Indonesia, bahkan hingga di New York, Amerika Serikat. Salah satu kerabat dekatnya lah yang turut ikut membantu pemasaran produk tali kacamatanya di sana.

Siap Hadapi Persaingan

Membahas tentang sebuah usaha tentu tak lengkap jika tidak ada kompetitor. Bagi Deny kompetitor bukan suatu hal yang harus dicemaskan secara berlebihan. Justru dengan adanya kompetitor hal tersebut dapat memacu dirinya untuk bisa berkreasi agar produk hasil karya buatan tangannya menjadi lebih baik. Baik dari segi kualitas, desain, serta motif yang tidak banyak bisa ditiru oleh orang lain.“Daripada memikirkan kompetitor, saya lebih senang memikirkan kualitas barang produksi sendiri. Kalau perlu buat desain atau motif yang Cuma kita sendiri yang bisa dan orang lain tidak akan meniru. Sehingga produk kita akan diburu konsumen,” tuturnya.

Mengenai kendala yang dihadapi saat mengawali usaha ini adalah pada sulitnya memeroleh bahan baku yang harus didatangkan secara impor. Namun kini kendala tersebut tidak terlalu dipermasalahkannya karena saat ini dirinya mengaku cukup enjoy dalam menjalankan usaha nya tersebut. Faktor yang masih mengganjal baginya adalah sumber daya manusia yang kurang memadai. Wanita yang merupakan lulusan Magister ekonomi di Universitas Padjajaran Bandung ini ingin lebih memilih buka usaha sendiri ini juga mendukung program pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan bagi setiap orang.

“Harapan ke depan, ingin punya workshop sendiri dan bisnis saya bisa terus berkembang jadi sebuah kategori produk fesyen yang paling digemari.” (teks:Iib Winata/foto:Reza)

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Yani

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09