× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

Business

Raup Puluhan Juta Berkat Kemeja Batik

Majels Yani   13 February 2017 13:05

News

majels.com - Kesulitan memilih kemeja batik kantor yang sesuai seleranya menimbulkan ide bagi seorang Ergy Adhitama untuk membuat sendiri. Tak disangka ternyata banyak yang menggemari kemeja buatannya. Ergy pun mencium ada peluang usaha yang potensial untuk digarap. Nalurinya tepat karena kini dari bisnis kemeja batik online tersebut ia mampu meraup omzet puluhan juta rupiah saban bulannya.

Ladang usaha memang bisa berasal dari hal yang terduga. Ergy Adhitama sudah membuktikannya. Tak dinyana karena susah menemukan kemeja batik yang diinginkan, pemuda ini malah akhirnya sukses dengan usaha kemeja batik. Sebenarnya Ergy tak merasakan sendirian. Beberapa teman juga kebingungan membeli batik seperti kriteria mereka. “Saya benar-benar tidak tahu beli di mana dan tidak tahu yang bagus yang mana. Ternyata kebanyakan teman dekat saya juga mengalami hal yang sama saat berbelanja batik.”

Ide tersebut segera diwujudkannya. Ia merasa ini merupakan pasar potensial untuk dikembangkan. Untuk konsep Ergy ingin membuat batik yang sesuai karakter anak muda sesuai dirinya. Menurutnya selama ini desain batik sering sama seperti batik lainnya atau modelnya yang sama sehingga membuat orang kesulitan menemukan yang diinginkan. Ergy ingin membuat kemeja batik ini dari bahan tenun Cirebon dengan warna modis dan desain yang dipadukan dengan model masa kini. Saat itu modal awal yang dikeluarkan sekitar Rp15 juta. Sungguh beruntung bagi Ergy Aditama memiliki ibu yang menekuni usaha garmen sehingga tidak perlu investasi bernilai tinggi. Modal tersebut yang paling utama digunakan untuk penelitian dan pengembangan. “Soalnya masih baru memulai, jadi banyak sekali trial and error, terutama untuk produk.” Bahan baku diambil langsung dari Cirebon dan untuk variasi atau bahan dasar jahit di Jakarta.

Setelah website dan instagram sudah siap, Ergy akhirnya meluncurkan produk dengan nama Batik Bonolo. Sekarang sudah ada 12 desain kemeja yang dipadukan dengan 7 warna, antara lain hitam, abu-abu muda, abu-abu tua, merah salem, biru muda, biru tua, dan hijau. Sebenarnya Bonolo sudah diluncurkan pada bulan Januari namun karena saat itu Ergy masih bekerja maka ia belum total menekuninya. Baru lima bulan kemudian yaitu di bulan Juni, Ergy

menggarapnya dengan serius dengan meresmikan situs resmi dan online shop. Selama lima bulan tersebut, Ergy mempromosikan dulu kepada teman-temannya dan hasilnya produknya banyak digemari. Ergy memproduksi batiknya dengan cara ready stock. Dalam sebulan, ia mampu membuat kurang lebih sekitar 100-150 baju dan dijual dengan harga antara Rp350 ribu hingga Rp425 ribu. Omzet yang didapat Ergy perbulan kisaran Rp45 juta sampai Rp60 juta. “Penjualan tertinggi kemarin saat lebaran mencapai 180 baju dalam waktu dua minggu. Padahal itu pertama kali saya belajar bisnis online,” ujar bungsu dari tiga bersaudara ini.

Cara memasarkan produknya, Ergy sengaja menggabungkan pemasaran tradisional dengan modern. Selain itu marketing online melalui sosial media gencar dilakukan untuk mengakuisisi customer baru. Kendati demikian, ia sempat kaget dengan respons konsumen saat produknya mulai dipasarkan secara online. “Pertama kali dibuka online saya tidak menyangka potensinya bisa sebesar itu.”

Oleh karenanya agar tidak mengecewakan konsumennya, Ergy selalu menekanan memberikan yang terbaik bagi konsumennya. “Bagi saya yang paling utama adalah dengan memberikan produk dan pengalaman yang maksimal. Dengan harapan customer akan promosikan produk pada orang lain.” Ergy memilih pemasaran secara online agar produknya bisa dikenal luas. Pembeli dari luar kota juga menunjukan demand yang lumayan. Ia pernah menerima order dari Aceh sampai Papua. Menurut Ergy hal tersebut mungkin dikarenakan harganya yang cenderung terjangkau.

Saat menjalankan usaha ini, kendala utama yang dihadapi Ergy adalah bagaimana memahami keinginan konsumen di dunia online. “Jadi kita bisa tahu kapan harus promosi dengan memberikan value yang pas sesuai dengan brand, target audience, dan context platformnya. Content yang diberikan di instagram, di website, facebook, offline, lebih baik disesuaikan supaya bisa diterima dengan baik.”Karenanya agar berbeda dengan lainnya, Ergy berusaha untuk menjaga keaslian produk agar bisa diterima oleh konsumennya. Ergy mencontohkan untuk produk batik /tenun, Bonolo mencoba menawarkan value yang lebih santai, fun, tanpa harus menghilangkan fungsi dan nilai utama batik. Sehingga Ergy berusaha untuk selalu kreatif untuk menarik menarik perhatian para pembeli.  “Saya ingin membawa produk batik ke level lainnya. Bahwa batik itu can be fun. Setidaknya konsumen pembeli produk saya bisa cerita bagaimana pengalamannya belanja batik.”

Walau tingkat penjualannya sudah terbilang sukses, namun Ergy belum ingin merambah pasar luar negeri. Ia merasa masih banyak potensi lokal yang masih bisa dikembangkan lagi. Lulusan School of Business and Management ITB ini ingin memantapkan value lewat produk dan komunikasi, sambil memperluas market secara perlahan tapi pasti. Hal itu juga ia gunakan dalam menghadapi kompetitor. “Ini merupakan ajang belajar, my first rodeo in business. Jadi saya ingin mencoba banyak hal dan memiliki perkembangan yang mendukung.” Lebih lanjut penggemar olahraga futsal ini mengatakan walau ia juga masih belajar namun karena melakukan pekerjaan yang disukai maka jadi lebih semangat mengerjakannya. “Lewat kesenangannya itu juga jadi lebih susah untuk mundur saat ketemu halangan yang berarti.Yang paling penting menurut saya adalah kesabaran.” Ia menyakini kalau sabar dan tekun, masalah di bisnisnya sedikit demi sedikit bisa terasi dan akan terus berkembang. (teks:eri/ft:dok.pri)

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Yani

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09