× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

Business

Raup Untung dari Bisnis Kaus Lukis

Majels Yani   14 February 2017 14:27

News

majels.com - Ide usaha bisa muncul dari mana saja. Tapi jangan remehkan ide yang sepertinya hanya biasa saja tersebut. Sebab bisa saja ide itu akan membawa materi yang menguntungkan. Inu Kertapati mungkin tak pernah menyangka apa yang ia lakukan bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Dari yang awalnya hanya iseng ternyata malah menjadi sebuah ladang usaha berkat tangan kreatifnya.

Bermula ketika Inu ingin membuat kaus sendiri untuk datang ke konser Metallica, sebuah grup band beraliran heavy metal asal Amerika Serikat. Inu sempat kebingungan karena waktu itu, ia tak punya kaus yang bagus untuk menonton band tersebut. Lalu muncul ide kreatif melukis di kaus dengan cat acrylic. Kebetulan ia senang menggambar dan melukis.
Ketika sudah jadi ternyata banyak yang ingin dibuatkan juga. Karena permintaan semakin banyak, Inu pun memutuskan untuk menjadikannya sebagai usaha pada tahun 2014. Dengan modal awal sekitar Rp200 ribuan untuk membeli cat dan kuas, Inu mulai membuka pesanan.

Kaus-kaus yang sudah dilukis, ia promosikan lewat media sosial dan dari mulut ke mulut dengan nama brand Kaos Lukis. Demikian juga saat ada bazar-bazar kampus, Inu rajin mengikutinya. Perlahan hasil karya Inu pun semakin dikenal dan banyak yang mencari. Setelah puas dengan kau lukis, Inu kemudian mencoba berkreasi. Ia tidak hanya melukis pada kaus saja tapi juga ingin berkreasi pada media lain. Namun untuk bisa dilukis memang medianya tidak bisa sembarangan.” Ternyata yang cocok adalah sepatu, tote bag, dan pouch,” ujar Inu yang kemudian mengganti nama usahanya dengan Kustomade Indonesia.

Dalam sebulan bungsu dari tiga bersaudara ini membuat kira-kira 10 produk dan saat membuat produk, prosesnya bisa memakan waktu sampai lima hari. Tapi kalau pesanan banyak, Inu biasanya meminta tambahan waktu. “Karena handmade painting jadi butuh proses dalam pembuatannya.” Paling sedikit Inu pernah mengerjakan hingga 100 ribuan jumlahnya. Selain proses handmade, keterbatasan waktu menjadi kendala sehingga pengerjaannya tidak bisa langsung cepat. Inu yang masih tercatat sebagai seorang pengajar ini baru bisa mengerjakannya di sela-sela waktu pagi sebelum berangkat kerja atau saat pulang dan setiap sabtu minggu waktunya dihabiskan untuk mengerjakan pesanan. Harga paling murah yang dibanderol  adalah pouch painting seharga Rp35 ribu dan yang paling mahal sepatu lukis bisa mencapai Rp250.000 hingga Rp300.000. Bahan baku seperti kaus, sepatu, dan tote bag, Inu membelinya di pasar grosir. Sedangkan untuk pouch dompet, Inu membuat dan menjahit sendiri. Namun demi memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, Inu pun memperbolehkan jika konsumen ingin membawa sendiri. “Khusus untuk sepatu dan kaus bisa bawa sendiri. Jadi saya tinggal melukisnya saja.”

Penjualan produk dilakukan Inu melalui situs jual beli online dan media sosial. Kebanyakan konsumennya adalah anak muda, mahasiswa, karyawan kantoran, pasangan kekasih yang ingin dibuatkan kaus couple. “Biasanya kami mengobrol dulu menentukan desain yang diinginkan seperti apa. Sudah cocok atau belum.” Saat ini produknya sudah beredar di dalam dan luar kota Jakarta. Inu ingin membesarkan usahanya sekaligus berbagi ilmu dengan membuat workshop melukis pada pouch atau tote bag di beberapa acara, bazaar, atau pameran. “Selain di bazaar juga ingin membuat program melukis pada pouch atau tote bag untuk sekolah-sekolah di Jakarta.”

Inu yakin usahanya bisa terus berkembang dan ia pun tidak takut persaingan. “Tidak ada kompetitor dalam kamus saya. Orang lain bebas saja kalau mau membuat yang sama. Justru saling dukung malah lebih bagus.” Bagi Inu, kekuatan usaha itu harus dimulai dari diri sendiri dimana ia selalu mengutamakan kejujuran dan percaya diri. “Namun jangan abaikan pula orang-orang yang ada di sekitar kita. Karena dari mereka lah kita mendapatkan apresiasi dan dukungan agar usaha lebih maju. Serta jangan lupa yang paling penting berdoa,” tandas pria yang memiliki prinsip hidup untuk selalu tetap semangat dan tidak mudah putus asa ini. (teks:eri/ft:dok.pri)

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Yani

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09