web counter
× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

Economic

Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk

Majels Syahid   09 May 2018 09:21

News

Majels.com - Kuliner selalu menarik minat baik pelaku usaha atau pembelinya. Maka tak heran bila persaingan pada bisnis ini sangat ketat. Inovasi baru adalah salah satu cara untuk menjaring konsumen. Dengan cara ini makanan tradisional pun bisa memiliki peluang yang menjanjikan.

Hal tersebut yang dilakukan oleh Tania Jean Winarti yang mengemas nasi uduk dalam bentuk  berbeda yakni menyerupai sebuah kue yang cantik. Berkat inovasinya, keuntungan yang diraup pun sangat fantastis setiap bulannya.

Bersama kelima sahabatnya, Tania Jean Winarti menggagas nasi uduk berbentuk unik. Bisnis kuliner sebenarnya bukan hal baru bagi Tania. Ia pernah membuka kedai makanan Indonesia di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Barat. Namun sayang, penjualannya tidak seperti yang diharapkannya. Maka dengan terpaksa Tania menutup kedainya dan mencoba usaha baru yakni nasi uduk pada Februari 2017.

Dengan modal awal sekitar Rp 7 juta yang dikumpulkan Nia bersama lima sahabatnya, mereka membeli bahan baku dan sewa tempat. Tapi nasi uduknya waktu itu kurang diminati karena masih berbentuk nasi uduk biasa, tampilannya belum dibuat unik. “Awalnya jualan nasi uduk biasa, lalu merambah ke nasi kotak. Tapi saingannya sangat banyak sehingga kurang memberikan keuntungan.

”Mereka sempat berniat untuk menutup nasi uduknya karena hasilnya yang kurang memuaskan. Nia yang hobi baking ini diminta oleh rekan-rekannya untuk mencoba bikin kue dari nasi. “Karena kalau hanya nasi uduk biasa, walau sudah promosi ke berbagai media sosial, responnya tetap saja masih kurang bagus, mungkin karena belum dikenal dan banyak pesaing.”

Iseng Membuat Nasi Berbentuk Kue

Akhirnya Nia iseng-iseng mencoba membuat nasi yang dibentuk menyerupai kue. “Bisa dibilang, awalnya hanya sekadar coba-coba untuk bisa memajukan usahanya.” Ternyata, nasi liwet bisa dibentuk dan kalau dipotong tidak akan berantakan. Sementara nasi uduk tidak bisa karena teksturnya tidak menempel kuat.”

Melihat peluang yang menjanjikan, mereka menambah lagi modal sebanyak Rp3 juta. Dengan nama nasi uduk manja sebagai nama produknya, Nia mulai memperkenalkan kuliner hasil inovasinya dan ternyata banyak yang suka karena bentuknya yang unik.

Nama Nasi Uduk Manja dipilih karena menyerupai kue Manja yang memiliki bentuk unik. Nia ingin pembeli tidak hanya menyukai bentuknya yang unik tapi sekaligus menikmati cita rasanya yang lezat. Apalagi dengan berbagai lauk pauk yang menemaninya. “Nasi uduk, nasi liwet, nasi putih semua bisa dimakan dengan lauk apa pun. Karena nasi uduk dan nasi liw et itu sangat Indonesia, maka lauknya pun harus Indonesia juga seperti ayam goreng, petai, hingga semur jengkol,” jelas Tania.

Lestarikan Masakan Tradisional

Nia dan teman-temannya tidak ingin usaha ini hanya sekadar maraup keuntungan semata. Namun mereka juga ingin bermaksud melestarikan pusaka kuliner nusantara. “Kami merasa makanan tradisional itu enak dan sangat layak untuk dihargai.” Nia dan teman-temanya sering merasa sedih banyak orang mau membayar mahal buat makanan luar negeri tapi giliran mengeluarkan uang untuk makanan dari negeri sendiri masih harus berpikir dulu.

Agar usahanya bisa menarik perhatian konsumen dan dikenal luas, Nia dan para sahabatnya mencoba memasarkan produknya dengan cara endorse ke beberapa food blogger. Biaya yang dikeluarkan mulai dari Rp50 ribu sampai 500 ribu, produk nasi tersebut terbukti mampu menarik perhatian banyak konsumen. Perlahan tapi pasti usaha tersebut mulai dikenal.
"Setelah dikirim ke food blogger, orang-orang jadi banyak yang mengenal produk kita dan pasarnya pun jadi lebih terbuka,” ujar Nia.

Setelah mulai berkembang, Nia dan lima sahabatnya itu pun mempekerjakan dua orang pegawai untuk menjalankan usahanya. Sebab, mereka mulai sedikit keteteran karena banyaknya pesanan. Harganya dibanderol mulai dari Rp150 ribu sampai lebih dari Rp 1 juta. Harga tersebut dihitung berdasarkan porsi yang diminta konsumen dalam setiap pesanan. Ukuran terbesar tergantung pesanan customer.

 “Kalau yang lebih dari satu juta itu kuenya bisa buat 40 sampai 50 orang. Jadi kuenya empat tingkat dan menunya juga lebih banyak.” Nia menjelaskan bahwa misalnya dihitung porsinya yang harga satu juta untuk sekitar 50 orang, sedangkan yang Rp150 ribu untuk berempat.” Ada lima produk kuliner yang bisa dipilih yakni nasi box,liwetan, cupcake, kue, dan banquet.

Saat baru awal berjualan, mereka hanya laku satu sampai tiga buah dan itu pun tidak setiap hari. Kini Nia bisa menjual hingga 250 nasi uduk boks setiap hari dan bisa meraup omzet hingga sekitar Rp 100 juta perbulannya. “Itu belum termasuk pesanan buket nasi Manja. Kami keteteran karena saya dan sahabat juga punya pekerjaan lain. Kadang kami harus bangun jam satu pagi untuk menyiapkan pesanan hari itu.

Memang, sampai saat ini Nasi Uduk Manja belum memiliki karyawan. Hanya saya bersama kelima sahabat yang mengurus bisnis ini,” tuturn Nia pun mengaku senang dengan apa yang telah dicapainya dalam bisnis ini. Selain karena usahanya makin dikenal, ia menjalankannya bersama sahabat-sahabatnya untuk  memajukan kuliner tradisional. (teks:eri/ft:dok.pri)

 

 

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09
Majels
News
Kemampuan yang Diperlukan untuk Menjadi Founder Startup Teknologi
Syahid
07 May 2018 14:45