× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Tenun, Warisan Budaya Bernilai Ekonomi Tinggi

Majels Syahid   11 April 2018 11:22

News

Majels.com – Tenun merupakan hasil kerajinan yang berupa bahan (kain) yang dibuat dari benang secara memanjang dan melintang. Bahan dasar pembuatan benang untuk kain tenun biasanya berasal dari serat kayu, kapas, atau sutra. Pembuatan tenun sudah tersebar ke beberapa wilayah di Indonesia terutama di Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan.

Uniknya, setiap daerah memiliki ragam motif yang berbeda sama halnya dengan kain batik. Ragam motif yang dibuat biasanya mencerminkan kondisi budaya dan alam di sekitar pengrajin tenun sehingga setiap motif mewakili daerahnya masing-masing. Di Aceh misalnya, daerah yang terkenal dengan sebutan Serambi Makkah ini memiliki motif Bungong yang memuat petikan ayat suci Alquran. Biasanya, kain tenun ini dipakai untuk penutup kepala atau selendang.

Di kota-kota di Nusa Tenggara Barat seperti Bima dan Sasak, salah satu motif terkenalnya adalah motif garis-garis loreng dan zig-zag. Sementara di Flores, Nusa Tenggara Timur, motif belah ketupat dan segitiga merupakan motif yang populer di daerah ini. Di banyak tempat termasuk di Nusa Tenggara Timur ini, tenun sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakatnya.

Dari segi ekonomi, tenun merupakan komoditi ekspor yang cukup besar peranannya. Pada 2016, Kementerian Perindustrian melalui siaran persnya, mengungkapkan bahwa nilai ekspor nilai ekspor industri tenun dan batik melampaui USD 151 Juta.

Harga jual kain tenun beragam, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. Besarnya harga tersebut biasanya disebabkan karena bahan bakunya, proses pembuatannya dengan cara manual, sampai kerumitan motif tenunnya. Produknya, yang ada dijual dalam bentuk kain, ada juga yang sudah diolah kembali menjadi aneka barang sandang.

Untuk pakaian, kain tenun kini tak lagi dipakai untuk acara-acara resmi. Banyak juga yang sudah diimplementasikan ke dalam pakaian-pakaian anak muda yang lebih trendi. Di Indonesia, bahkan sudah ada Komunitas Desainer Etnik Indonesia yang mewadahi desainer Indonesia yang konsen mengangkat tekstil nusantara.(teks:syahid)

Gambar: balinusatenun.com

 

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09