× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

News

Tips Mendapatkan Angel Investor untuk Startup Anda

Majels Syahid   02 April 2018 13:47

News

Majels.com – Saat ini perkembangan startup di Indonesia semakin menunjukkan perkembangannya yang sangat pesat. Peran pemerintah terutama pada Program 1001 Startup yang digelorakan sejak Februari 2016 lalu mampu menumbuhkan startup-startup bak jamur di musim hujan. Presiden Joko Widodo yang turut berperan menginisiasi program ini menginginkan Indonesia mampu menjadi ‘The Digital Energy of Asia’.

Tidak heran bila ketertarikan anak muda Indonesia terhadap dunia startup semakin tinggi. Laporan dari Startup Ranking Pada Februari 2018 lalu menunjukkan posisi Indonesia berada di urutan ke empat sebagai negara dengan startup terbanyak. Total startup di Indonesia mencapai 1.705 startup sementara diurutan ketiga ada Inggris dengan 2.942 startup. Amerika Serikat dan India menempati urutan pertama dan kedua dengan 28.611 dan 4.563 startup.

Sementara itu, tantangan cukup berat yang harus dihadapi oleh para pelaku startup adalah modal. Tanpa modal, usaha rintisan mereka bisa saja tetap bisa berjalan namun perkembangannya relatif lambat. Karena itu, startup sangat membutuhkan suntikan dana dari berbagai pihak untuk dapat melejit dengan ide kreatifnya. Pertanyaan pun muncul, bagaimana caranya agar menemukan investor yang mau memberikan dananya pada startup yang kita miliki?

Dalam dunia startup, dikenal istilah Angel Investor yaitu orang yang mau menginvestasikan uangnya untuk membiayai sebuah startup dengan dana pribadinya sendiri. Peran Angel Investor ini sangat penting mengingat ia orang pertama yang memprediksi potensi sebuah startup. Hal ini berbeda dengan Venture Capitalist yang biasanya membiayai startup ketika sudah terlihat prestasinya.

Lalu bagaimana cara mendapatkan perhatian dari Angel Investor sehingga mereka berpotensi untuk mengucurkan dana mereka ke startup Anda? Simak beberapa tipnya berikut ini:

Ikuti Kompetisi dan Pameran Startup

Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan akses permodalan adalah dengan mengikuti aneka kompetisi startup. Saat ini, sudah cukup banyak kompetisi startup yang digelar di Indonesia, baik dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga swasta. Contoh kompetisi startup yang cukup rutin dilakukan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi adalah Gemastik.

Kompetisi ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia dan melibatkan ratusan perserta setiap tahunnya. Beberapa cabang kompetisi diantaranya pemprograman, pengembangan aplikasi permainan, pengembangan perangkat lunak, data mining, keamanan jaringan dan sistem informasi, animasi, piranti cerdas, desain user experience, serta pengembangan bisnis TIK.

Selain Gemastik, ada juga kompetisi lain seperti Imagine Cup yang diselenggarakan dan disponsori oleh Microsoft, Compfest yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Univesitas Indonesia. Ada juga Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) dan INAICTA.

Selain kompetisi, Anda pun bisa mengikuti beberapa pameran startup yang bisa dijadikan sebagai peluang untuk menggaet investor. Salah satunya yang bisa Anda ikuti LocalStartupFest yang tahun ini diselenggarakan untuk kedua kalinya. Pameran lain yang cukup bergengsi adalah Tech In Asia yang pada tahun 2017 kemarin merupakan penyelenggaraan yang ke enam.

Angel Network

Pesatnya perkembangan startup membuat semakin banyak orang yang berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya untuk usaha rintisan. Beberapa dari mereka sudah membuat grup atau jaringan sendiri sehingga mereka bisa berbagai informasi mengenai startup mana yang patut untuk didanai. Keberadaan Angel Investor yang sudah tergabung ini cukup penting bagi pelaku startup.

Salah satu jaringan Angel Investor yang ada di Indonesia adalah Angel Investor Network Indonesia (Angin) yang secara aktif menyuntikkan dananya ke startup yang berpotensi besar untuk berkembang. ANGIN mengklaim dirinya sebagai jaringan Angel Investor pertama dan terbesar di Indonesia dengan total investor mencapai 66 investor.

Selain ANGIN, ada juga kelompok Angel Investor lainnya yang bernama Angel-eQ Network. Dikutip dari Kompas.com pada 6 April 2016, kelompok Investor ini telah memiliki setidaknya 15 pengusaha pendiri antara lain Adi Sariaatmadja (SCTV Group), Budi Sadikin (mantan Dirut Bank Mandiri), Emil Abeng, Erick Thohir (pemilik Mahaka Group), Erik Meijer, Harry Nugraha, dan Tony Fernandes  (CEO Air Asia).

Gabung di Inkubator dan Akselerator

Secara umum, Inkubator dan Akselerator hampir dapat dikatakan sama karena fungsinya yaitu memfasilitasi startup dari mulai tempat kerja, pelatihan bisnis, mentoring sampai pendanaan awal atau seed funding. Perbedaanya, Inkubator lebih dikhususkan untuk fase awal dalam sebuah bisnis, mempersiapkan startup ke tahap akselerator.

Sementara itu, akselerator memiliki karakteristik mempercepat (meningkatkan akselerasi) startup. Akselerator akan menawarkan sejumlah uang, mentor dan konsultasi. Akselerator mendapat keuntungan, dengan memiliki sebagian saham (kepemilikan perusahaan). Tujuan dari akselerator adalah untuk meningkatkan nilai dan menumbuhkan bisnis.

Di Indonesia, sudah ada wadah seperti Jakarta Creative Hub dan Bandung Creative Hub sebagai inkubator startup industri kreatif. Keberadaannya sangat penting untuk menciptakan perusahaan rintisan baru yang berdaya saing tinggi karena biasanya diberikan pelatihan dari orang-orang yang ahlinya. (teks:syahid)

Gambar: Unplash

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Syahid

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09