× NEWS POLLING HOW TO EVENTS FRANCHISE
Majels

Business

Usia 22 Tahun Sukses Operasikan 50 Armada

Majels Yani   10 February 2017 10:48

News

majels.com - Di usianya yang masih muda, 22 tahun, dirinya terbilang sudah sangat berpengalaman dalam bidang bisnis yang digelutinya. Bisnis rental mobil yang dilakoninya sejak 2011 lalu, saat ini telah memberikan kontribusi cukup besar bagi kehidupannya. Dengan 50 armada yang dioperasikan, saban bulan ia bisa menangguk omzet hingga ratusan juta rupiah.

Pria bernama lengkap Galih Gumilang Bias Luruh Linggar Puri Anggita Maheca Giri, sejak kecil sudah akrab dengan kemandirian. Betapa tidak, di usianya yang masih belia, dirinya dan adiknya sudah dihadapkan pada sebuah kenyataan, dimana ayah dan ibunya kemudian berpisah. Gilang, demikian sapaannya, bersama sang adik, dari Jakarta lalu kembali ke kampung halaman sang ibu di Cepu, Jawa Tengah. Sementara ibu dan ayahnya hidup dengan keluarga barunya, terpisah dari Gilang dan adiknya.    

Mengawali kehidupan tanpa kehadiran orang tua, pastilah akan terasa berat. Tapi Gilang terus tabah menjalani kehidupan sambil bersekolah di sebuah SMA di Cepu dengan biaya sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia pun nyambi sebagai penyiar radio di kota tersebut. “Saya menjadi penyiar radio itu untuk menambah uang jajan. Setelah pulang sekolah, saya kemudian siaran sampai malam hari. Begitu seterusnya sampai tamat SMA,” katanya.

Berbekal ijazah SMA, Gilang pun sibuk mengajukan surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Namun nasib baik belum berpihak padanya, karena tak ada satu pun perusahaan yang bersedia menerimanya bekerja. Ia pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan mulai mencari jalan hidup lain. Hal pertama kali yang dilakukannya adalah denagn menjalani profesi sebagai penjaga konter HP. “Di Jakarta saya pernah jaga warnet, jaga konter HP, sampai bisnis MLM, tapi tak ada satu pun yang berhasil,” ucap pria kelahiran Yogyakarta, 11 Desember 1993 ini.     

Anak pertama Ir Giri Nowo Sukoco dan Ir Listyarini Sugiri ini pun kemudian bertemu dengan pujaan hatinya, Novi Arini, (almarhumah, mereka pun menikah dan dikarunia tiga anak –red). Keduanya bersepakat untuk membeli sebuah mobil dengan DP dan angsuran bersama. “Kami waktu itu masih pacaran sama almarhumah. Saya ada dana Rp 7 juta, dan ia ada sekitar Rp 8 juta. Dana tersebut kami pakai buat DP membeli mobil. Tapi karena saya masih di bawah umur, saat itu masih 17 tahun, saya tidak bisa ambil kredit. Akhirnya, saya pakai atas nama teman sehingga mobil pun bisa saya dapatkan. Kami cicil berdua, tapi setelah 7 bulan ternyata mulai terasa berat. Angsuran mulai macet dan debt collector pun terus menagih,” akunya.

Ketika tak ada lagi pilihan, Gilang pun iseng browsing di internet mencari solusi kredit macet. Ia pun dituntun pada sebuah artikel yang intinya menyarankan agar mobil tersebut direntalkan. Ide itu pun seketika menginspirasinya, maka dengan modal Rp 100 ribu, Gilang pun membuat spanduk promosi dan kartu nama. “Saya pasang di tengah malam, di depan rumah. Kebetulan rumah saya posisinya cukup strategis, karena berada di pinggir jalan. Besok paginya saat saya bangun, ada tetangga yang ketuk pintu. Dia tanya kalau dirinya baru tahu jika saya menyewakan mobil. Dia butuh mobil dua hari untuk ke Bandung. Akhirnya kami deal, dia menyewa mobil untuk dua hari sebesar Rp 600 ribu. Saya pikir, enak banget ya, baru bangun tidur sudah ada yang member uang Rp 60 ribu. Padahal saya tidak menawarkan tidak apa, hanya modal spanduk,” ujarnya sambil tertawa.

Begitu seterusnya, meski awalnya hanya berbekal 1 armada, tapi mobilnya selalu disewa orang. Hal ini pula yang membuat dirinya semakin yakin jika usaha penyewaan mobil sangat potensial untuk dijalankan dengan serius. Bahkan, karena keseriusan itu pula, akhirnya dirinya pun bisa mengkredit 4 unit mobil, ditambah dengan sekitar 15 mobil titipan. “Padahal, waktu saya  mengerjakannya sambil bekerja sebagai sopir pribadi. Tapi karena saya pikir bisnis penyewaan juga bagus, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menjadi sopir. Saya concern di bisnis rental mobil yang saya beri nama Givi Rent Car,” sebutnya lagi.         

OPERASIKA 50 ARMADA

Sejak tahun 2011 sampai sekarang, Galih Gumilang pun telah mengelola sekitar 50 unit mobil yang terdiri dari minibus sampai city car. Dia memasarkan layanannya di kawasan Tangerang Selatan, dari Pamulang, BSD, sampai Bintaro. “Saya buat website untuk promosi, untuk menyasar klien dari Pamulang, BSD, dan Bintaro. Seiring dengan perkembangan waktu, akhirnya banyak juga yang menitipkan mobilnya pada saya. Total yang beroperasi saat ini ada sekitar 50 armada, 13 di antaranya milik pribadi,” ungkap Gilang.

Untuk armada titipan, Gilang bercerita, jika umumnya mereka yang menitipkan adalah yang mengalami permasalahan dalam kreditnya (kredit macet –red). “Mereka banyak yang tidak sanggup bayar, akhirnya unitnya dititipkan untuk direntalkan. Saya yang membayar angsurannya sampai lunas. Saya pikir, ini kan membantu mereka juga karena mereka tak lagi pusing memikirkan angsuran. Kepada semua penitip mobil, saya selalu buat perjanjian kerjasama dan disahkan oleh notaris.” 

Diakuinya, dalam lima tahun perjalanan bisnisnya, banyak suka duka yang telah dialaminya. Termasuk tindak penipuan, mobil dibawa kabur, digadaikan, bahkan dijual-belikan oleh oknum penyewa. “Saya pikir di bidang apapun, pasti ada saja dukanya. Tapi saya tak khawatir, selama mobil kita diasuransikan, pasti aman. Mungkin kita hanya butuh waktu dan tenaga kesana-kemari jikalau ada masalah yang datang. Saya pernah mengejar mobil yang dibawa kabur sampai ke Lampung dan Bali. Bahkan, saya juga menjadi saksi di kepolisian karena mobil saya dipakai untuk tindak kejahatan. Ya, inilah risiko bisnis di bidang penyewaan mobil,” kisahnya.

Namun, untuk bisnisnya ini, ia sengaja menyasar pangsa pasar kelas menengah ke atas. Alasannya, umumnya mereka bisa menyewa dalam waktu yang relatif lebih lama, dimana paling minimum sekitar satu minggu. Diakuinya, saat ini pun pelanggannya tidak hanya berasal dari perorangan saja, tapi juga korporasi dari mulai asuransi sampai maskapai penerbangan, juga merental mobil darinya. “Ada juga pelanggan kami dari manajemen artis. Market kelas menengah-atas ini cukup bagus, karena mereka bisa sewa bisa sampai satu bulan,” tutur Gilang.

Menurutnya, untuk konsumen perorangan, jenis mobil yang paling diminati adalah city car seperti Yaris, Jazz, Mazda 2, Mobilio, dan lainnya. Umumnya, yang menyewa darinya adalah para mahasiswa atau orang yang kebetulan mobilnya sedang mengalami kerusakan. “Selama ini yang paling diminati itu city car. Justru kelas Avanza-Xenia lebih sedikit, umumnya yang memerlukan mobil jenis ini adalah keluarga. Anak muda jarang yang mau pakai, mereka lebih tertarik city car.  Saat ini klien terbesar masih dari sekitar Pamulang, ke depan saya juga akan menyasar pasar di BSD dan Bintaro,” tegasnya.

Terkait harga sewa, per hari ia menerapkan tarif antara 300 ribu sampai 400 ribu rupiah. Dengan pasar yang masih besar dan armada yang cukup banyak, Gilang mengaku cukup untung dari bisnis ini. Perputaran omzetnya diperkirakan ratusan juta dalam sebulan. “Omzetnya memang besar, tapi kalau untung bersihnya kecil, sekitar 5%-an. Perputaran uang itu lebih banyak dipakai untuk membayar angsuran mobilnya, karena saya hampir setiap hari harus bayar angsuran. Tapi buat saya itu sudah untung, karena saya memiliki asset. Yang penting untuk operasional harian termasuk servis kendaraan dan bayar karyawan sudah terpenuhi.”

Prinsip dalam menjalankan bisnisnya, Gilang sangat mengedepankana pelayanan terbaik. Demi kenyamanan konsumen, dirinya pun enggan memakai mobil yang masa pakainya lebih dari lima tahun. “Paling tidak saya pakai mobil 5 tahun terakhir agar konsumen puas dan tidak mengalami kendala dalam berkendara. Setelah mereka kembali, saya juga selalu bertanya, bagaimana perjalanannya, bagaimana kondisi mobilnya? Mereka kasih masukan, kurang ini dan itu. Saya catat dan dilakukan perbaikan. Ini yang saya lakukan,” Gilang menjelaskan.

Rencananya, dalam waktu dekat, jika ada investor yang menyediakan armada baru, ia akan mengekspansi konsumen di BSD dan Bintaro. Pasar di dua kawasan tersebut, diakuinya, masih belum banyak tersentuh. “Saya sendiri menargetkan, setidaknya dalam setahun bisa menambah antara 3-4 armada baru lagi. Kalau armada titipan, saya akan cari sebanyak mungkin. Saya tak khawatir dengan banyaknya persaingan, karena saya yakin, jika rezeki itu suda ada yang mengatur. Bahkan, seperti saya alami, saya memiliki pelanggan yang sudah 2-3 tahun selalu menyewa mobil di Givi Rent Car,” demikian Gilang. Saat ini, ia juga sudah mempekerjakan 7 karyawan, yang salah satunya adalah untuk administrasi di kantor. “Saya memang hanya tamatan SMA, tapi untuk urusan administrasi, ada akuntan yang lulusan perguruan tinggi,” pungkas Gilang, yang juga tercatat sebagai pengurus HIPMI Tangerang Selatan ini. (Cucun Hendriana/Foto: Reza, Dok. Pri)

Share this post to your friends
Majels    Majels    Majels   

Majels
Yani

Leave Comment

RECENT ARTICLE
Majels
News
Tingkatkan Penjualanmu di Bukalapak dengan Fitur Bukaiklan
Syahid
09 May 2018 17:46
Majels
News
Tips Menggunakan Layanan Kirim Barang Dengan Benar
Syahid
09 May 2018 13:58
Majels
Economic
Tania Jean Winarti, Raup  Untung Juta dari Inovasi Nasi Uduk
Syahid
09 May 2018 09:21
Majels
News
Mengenal Apa Itu Konsep AIDA dalam Pemasaran
Syahid
08 May 2018 15:30
Majels
News
Peluang Usaha Makanan Sehat
Syahid
08 May 2018 13:09